DSC_0097

Duta Besar Australia Kunjungi Mu’allimaat Yogyakarta

   Duta Besar Australia, Bapak Paul Grigson, melakukan kunjungan ke Madrasah Mu’allimaat Muhamamdiyah Yogyakarta. Turut hadir pula perwakilan BPH Mu’allimin-Mu’allimaat, Bapak Dr. (H.C.) Chabib Chirzin dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Bapak Drs. H. Sigit Warsito,M.A.. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 28 Agustus 2016. Kunjungan ini bertujuan untuk bertemu dengan para siswi yang berjumlah 1071 siswi dan sebanyak 114 guru-karyawan Mu’allimaat. Kunjungan Duta Besar Australia, Bapak Paul Grigson,  dalam rangka ingin membangun tali silaturahmi dengan Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta.

   Kunjungan Duta Besar Australia merupakan suatu kehormatan bagi Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta karena mendapat kesempatan yang diharapkan  ada tindak lanjut kerjasama di bidang pendidikan. Ini menjadi peluang yang bermanfaat bagi pengembangan Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta. Hal ini juga sejalan dengan persiapan Madrasah Mu’allimaat Muhamamdiyah Yogyakarta  dalam menghadapi “International Competition”. Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta akan menjadi salah satu dari sekolah umum yang akan diundang di Jakarta dalam rangka mengambil bagian dalam Principal Lecture Series yang memungkinkan pendidik belajar lebih banyak mengenai eksplorasi persoalan gender, disabilitas dan menciptakan budaya positif sekolah. Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa pentingnya perempuan menambah wawasan keilmuan tidak cukup belajar di dalam negeri tetapi juga mendapat kesempatan hingga ke luar negeri.

      Bapak Paul Grigson menyaksikan “International Corner”, beberapa  hasil karya seni para siswi yang dipamerkan. Selain itu, beliau juga menyaksikan pertunjukan berupa seni tari Saman dan seni beladiri Tapak Suci. Pada kesempatan ini, Bapak Paul Grigson, memberikan buku dan bola voli. Ini sebagai simbol keseimbangan bahwa para siswa diharapkan menjadi siswa yang cerdas dan tangkas. Bapak Paul Grigson tak hanya puas dengan pertunjukan tetapi juga berdialog hangat dengan para siswa serta ikut bermain bola voli.

14055026_1264654766901311_6053593523832255056_n

Pelajar kekinian, Pelajar yang Cinta budaya

Jum’at 27 Agustus 2016 tepat pukul delapan pagi, telah berlangsung acara Awesome Culture Exhibition (ACE) bertemapt di Lapangan Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta yang diikuti oleh seluruh siswi dan resmi dibuka oleh Agustyani Ernawati selaku Direktur Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta.

Tema “Unity Beyond Diversity” ACE tahun ini, mempunyai tujuan agar para siswi dapat mengaplikasikan tujuan Bhineka Tunggal Ika “berbeda-beda tetapi tetap satu jua” sehingga hal ini sangat berpengaruh bagi siswi Madrasah Muallimaat Muhammadiyah yang berasal dari Sabang sampai Merauke sehingga dapat berbaur dan mengenal satu sama lain. Konsep ACE sendiri yaitu memamerkan karya-karya seni terbaik para siswi seperti lukisan kaligrafi, shortmovie, visual art dan lainnya.

Saat memasuki gerbang ACE, maka pengunjung akan diberikan buku panduan berjudul “Paspor  acara Awesome Culture Exhibition” yang berisikan konten informasi budaya setiap daerah Indonesia dan Peta Indonesi. Setiap siswi diwajibkan mendapatkan Sembilan cap dari stand perderah yang dapat ditukarkan dengan eskrim gratis, ACE pada pagi hingga siang berjalan dengan meriah dan sangat sukses pengunjung dapat menikmati semua hidangan jajanan khas daerah yang dijual setiap stand.

Didalam rangkaian ACE terdapat beberapa acara yaitu Seminar Talkshow Mu’allimaat Economy Sociation (MES) yang diisi oleh pembicara Tano W sebagai General Manager of Bakpia Pia, kemudian International Day yang menampilkan budaya dari lima negara Jerman, Jepang, Korea, China dan Pranci.

“ACE sangat bermanfaat bagi semua siswi, mereka ditargetkan dapat bertambah wawasan budaya Indonesia maupun Internasional. Di sisi lain, siswi Muallimaat mempunyai potensi entrepreneur dari stand berjualan makanan khas daerah masing-masing. ACE juga dapat menjadi wadah untuk eksplorasi karya seni teman-teman lewat pameran/exhibition kita Emgaat Expo. Saya juga sangat setuju jika pelajar yang kekinian adalah pelajar yang cinta akan budayanya. Karena tonggak penggerak bangsa terletak pada potensi kepemimpinan para pelajar sekarang” papar Enggar Tintriyati selaku panitia ACE.

Menjalankan kewajiban sebagai pelajar dan tetapi mencintai budaya walaupun teknologi sudanh semakin canggih, tidak ada larangan bagi pelajar untuk mengakses teknologi dengan mudah seperti social media yang dipakai sehari-hari, tetapi penggunaannya harus sesuai dengan ukuran dan tetap mencintai budaya sendiri tanpa menghilangkan makna dan eksistensinya. (Syifa Firza Aziza/LPPM)

Kunjungan Ilmiah

Yogyakarta, Kunjungan Ilmiah memang kegiatan rutin KIR ASGAMA. Kunjungan Ilmiah kali ini ke Kebun Buah Mangunan Imogiri, Bantul (22/4). Tepatnya memperingati Hari Bumi. Kunjungan Ilmiah pun diikuti kegiatan yang bersangkutan pada Hari Bumi. Pencangkokan, Penanaman, dan Pupuk Organik merupakan beberapa rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan pada Kunjungan Ilmiah kali ini.  Pertama dibuka oleh pemateri dan disambut Pak Sumadi selaku Manager Kebun Buah Mangunan.  Beliau menghimbau para siswi untuk lebih mencintai produk dalam negeri, dilanjutkan dengan penyerahan Pohon Jambu Jamaica. Dan penyerahan plakat oleh KIR ASGAMA untuk pihak Kebun Buah Mangunan, yang diserahkan langsung oleh Safira selaku ketua panitia Kunjungan Ilmiah 2016. Selain itu, peserta juga mempelajari tentang pemupukan organic dari kotoran sapi, serbuk gergaji yang berfungsi mengurangi bau dan mempercepat proses organik. Lalu peserta diberi wawasan tentang penanaman bibit di poly bag oleh pak Mardiman. “Seru, asik, udah pernah praktek di sekolah jadi nggak terlalu kesulitan”, ujar Nabila Caliesta salah satu peserta. Peserta juga diajarkan cara mencangkok tanaman. Peserta juga diajak menyaksikan panorama di Kebun Buah Mangunan via puncak.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah keterampilan, meningkatkan kreatifitas, dan menambah wawasan dengan alam demi keberlangsungan generasi yang akan datang. “Sangat berkesan, apalagi siswi Muallimaat nya ramah dan dapat menangkap materi dengan baik. Belajar yang rajin jadi anak yang sukses dan semoga cita-citanya tercapai.” Kesan dan pesan pak Sugiarto selaku pengelola Kebun Buah Mangunan.

13288884_1013457915370357_1974110874_n

RAJUT PERSAHABATAN MELALUI BUDAYA

     Bersahabat dan bekerjasama dengan berbagai lembaga, sekolah, madrasah, universitas  baik di dalam negeri maupun di luar negeri sangat diperlukan dalam rangka pengembangan kualitas madrasah. Ini dilakukan oleh Madrasah Mu’allimaat Muh. Yk.. yang menjalin kerjasama dengan beberapa negara khusunya di ASEAN dalam program sister school. Beberapa lembaga pendidikan yang merajut persahabatan melalui budaya dia antaranya adalah NTU Singapur, New Water Singapur, Unity Collage, Sekolah Menengah Sains Perempuan Malaysia, Matrix Internasional School Malaysia, Streesmutprakan School Tahiland. Para siswi Mu’allimaat Muh. Yk. membawakan beberapa produk budaya Indonesia ke tempat yang dikunjungi. Sebaliknya, Para siswi juga mendapatkan pengenalan budaya dari lembaga pendidikan yang dikunjungi tersebut. dengan demikian, persahabatan antara siswi Mu’allimaat dengan lembaga pendidikan tersebut dapat terjalin dan menghasilkan kerjasama di antara Madrasah Mu’allimaat.

         Persahabatan yang terjalin tersebut diwujudkan dalam beberapa bentuk kerjasama. Kerjasama yang disepakati di antaranya adalah kerjasama dengan Sekolah Menengah Sains Perempuan Seremban Malaysia dan  Streesmutprakan School Tahiland. Kerjasama tersebut bisa dalam bentuk pertukaran pelajar atau juga bisa pertukaran guru. Selain terbentuk persahabatan dan kerjasama dengan beberapa lembaga pendidikan dengan negara Thailand dan Malaysia, Madrasah Mu’alalimaat Muh. Yk. juga dapat mewujudkan misinya yaitu “menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan Islam guna membangun kompetensi dan keunggulan siswi di bidang ilmu-ilmu dasar keislaman, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya.”

          Kegiatan ini diikuti oleh 36 siswi MA dan MTs Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta  dan 4 orang guru serta 2 karyawan sejak tanggal 20 Mei hingga 31 Mei 2016. Dengan keberadaan rombangan Madrasah Mu’allimaat Muh. Yk. diharapkan dapat membagikan pengalaman yang diperoleh kepada seluruh civitas akademik madrasah Mu’allimaat Muh. Yk. dan sekitarnya. Selain itu, diharapkan mewujudkan madrasah yang lebih unggul melalui “International Networking and Branding”.

        Selama di Thailand dan Malaysia 36 siswa itu bersahabat dengan siswa di sana melalui pendekatan budaya dilingkungan tersebut. “Selama tinggal di sana mereka akan berinteraksi dan berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat Malaysia dan Thailand menggunakan Bahasa Inggris dan Melayu”.  Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Direktur Mu’allimaat Muh. Yk, Agustyani Ernawati, S.Pd. “Salah satu manfaat dari Program Sister School yang dilaksanakan oleh Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta untuk meningkatkan pengetahuan global dalam dunia pendidikan yang terus berkembang dewasa ini serta meningkatkan pengetahuan akademik baik bagi siswa maupun guru”.