untuk-web

Peduli Teman Sebaya Melalui Konseling

      Pelatihan Konseling Teman Sebaya (KTS) dilaksanakan pada hari Rabu, 07 September 2016.  Kegiatan ini bekerjasama dengan Tim Sahabat mentari UAD. Peserta kegiatan ini adalah kakak kelas yang mendampingi (mujanibah) siswa kelas I MTs. pada kesempatan ini mereka mendapatkan materi dan disertai dengan praktik sehingga para siswa dapat belajar cara penanganan masalah. Selain itu, mereka juga bisa berdialog langsung dengan pemateri dan mendapatkan bimbingan cara penyelesaian suatu kasus yang dialami oleh adik-adik kelasnya. Dengan demikian, KTS ini juga menjadi wadah bagi para siswa untuk praktik secara langsung menjadi calon pemimpin yang memiliki jiwa sosial dan peduli dengan sekitar.

      Pelatihan Konseling Teman Sebaya (KTS) Madrasah Mu’allimaat Muh. Yk. diprogramkan untuk kakak kelas yang mendampingi adik-adiknya di setiap asrama. Konseling Teman Sebaya (KTS) merupakan  bimbingan yang dilakukan oleh seorang siswa kepada siswa yang lain. Program ini diharapkan efektif dilakukan di asrama. Hal ini dikarenakan para siswa akan lebih merasa nyaman dan terbuka mengungkapkan masalah yang dihadapinya kepada teman atau kakak kelasnya sendiri. Oleh karena itu, kakak-kakak kelas di setiap asrama perlu dibekali keterampilan dalam menghadapi dan memecahkan masalah teman sebaya mereka atau adik kelasnya.

DSC_0035 - Copy

Siswi Mu’allimaat Praktik Jadi Guru

      Para siswi kelas XII/VI berlatih membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Kurikulum 2013. Hal ini sesuai dengan visi Madrasah Mu’allimaat yaitu “Sebagai institusi pendidikan Muhammadiyah tingkat menengah yang unggul dan mampu menghasilkan kader ulama, pemimpin, dan pendidik sebagai pembawa misi gerakan Muhammadiyah”.  Berdasarkan visi tersebut maka Madrasah Mu’allimaat Muh. Yk. mengajarkan mata pelajaran muatan lokal Ilmu Keguruan yang dipelajari para siswi sejak kelas X/IV di MA Mu’allimaat Muh. Yk. hingga kelas XII/VI dan dipraktikkan pada kelas XII/VI semester I.

      Dalam rangka persiapan praktik mengajar para siswi kelas XII/VI mendapatkan pelatihan pembuatan RPP K-13 yang disampaikan oleh Ibu Siti Khoiriyah, S.Ag.. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 September 2016 di aula Madrasah Mu’allimaat Muh. Yk. Pelatihan ini diharapkan memeberikan bekal pada para siswi sebelum mereka praktik mengajar di MTs. Mu’allimaat Muh. Yk. Para siswi sebelumnya sudah mendapatkan mata pelajaran yang akan mereka praktikkan sehingga mereka sudah memiliki guru pembimbing dan kelompok. Pelatihan ini dilaksanakan secara general dan dibagi dalam 2 tahap. Tahap I diikuti oleh siswa VIA , VI B dan tahap 2 diikuti VIC,VID, VIE. Dengan adanya pelatihan ini, para siswi diharapkan mampu menjadi pendidik yang berkualitas.

      Kegiatan praktik mengajar ini sudah berlangsung sejak  ditetapkannya Mu’allimaat-Mu’allimin sebagai sekolah kader, pendidik, ulama, dan zu’ama pada Kongres Muhammadiyah ke-23 tahun 1934 di Yogyakarta. Dengan demikian, para lulusannya diharapkan memiliki 5 kompetensi yaitu kompetensi keilmuan, kepribadian, kecakapan, sosial kemanusiaan, dan gerakan.  Dengan demikian, ilmu yang diperoleh dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari dan bermanfaat bagi masyarakat.

DSC_0122 - Copy

Kontrak Belajar Siswa Kelas IX/III dan XII/VI

       Siswa kelas IX/III melakukan kegiatan Kontrak Belajar pada tanggal 27 Agustus 2016 dan kelas VI tanggal 28 Agustus 2016. Para Siswa kelas IX/III mendengarkan talk show “Motivasi Melanjutkan Study di Madrasah Mu’allimaat: Harapan dan Alasan” dari wali siswi yang disampaikan oleh Rita Hayati, S.I.Kom., Maesaroh Nurharjanti, S.Ag., Ikhwan Ahada, M.Ag., Suwito, M.Pd.,. Para siswi juga mendapatkan materi penguatan “Motivasi serta Kesadaran Diri dalam Berprestasi di Kelas IX” yang disampaikan oleh Bapak Supardi, M.Pd.

      Sementara itu, siswi kelas VI/XII mendapatkan materi “Motivasi serta Kesadaran Diri dalam Berprestasi di Kelas XII” yang disampaikan oleh Bapak dr.H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S.,M.Kes.. dlam kesempatan ini, para siswi diajak untuk menggali potensi diri, menentukan langkah-langkah meningkatkan motivasi dan kesadaran diri memasuki dunia perguruan tinggi, serta menyusun surat untuk orang tua.

      Selain itu, siswi kelas VI/XII juga mendapatkan materi “Orientasi perguruan Tinggi Luar Negeri” yang disampaikan oleh Dr. Amika Grendi Hendratomo, MA. Beliau menyampaikan strategi lolos ujian PT Luar Negeri (Beasiswa maupun nonbeasiswa) dan berbagi pengalaman selama menempuh belajar di luar negeri. Minat para siswa untuk melanjutkan belajar ke luar negeri cukup tinggi.

oase

Santri Mu’allimaat ke Amerika dan China

      Santri Mu’allimaat, Miftah Rosyidah terpilih dalam program YES (Youth Exchange and Study) 2016. Miftah Rosyidah ditempatkan di Texas, Amerika Serikat. Miftah mengikuti program seleksi yang sangat ketat. Program ini didanai oleh Departemen Luar Negeri AS, memberikan beasiswa bagi siswa menengah sekolah (usia 15-17) dari negara-negara dengan populasi muslim yang signifikan untuk menghabiskan satu tahun akademik di Amerika Serikat. Miftah terlibat dalam seluruh program, yang terdiri dari kegiatan belajar dalam kelas serta kegiatan interaktif dengan tema-tema seperti: (1) Kebudayaan, Konflik, dan Kerjasama; (2) Demokrasi dan Peran Serta Masyarakat; (3) Pembangunan yang Berkelanjutan dan Lingkungan; (4) Media untuk Perubahan Sosial, meliputi pelatihan komputer, blog dan produksi video/audio untuk diunggah/diunduh di internet. (5) Pengembangan Kepemimpinan; dan (6) Pelayanan Masyarakat.

      Santri Mu’allimaat pada tahun 2016 yang juga berangkat ke luar negeri adalah Oase Aulia Amjad sebagai peserta AFS year ke Cina bersama Yayasan Bina Antarbudaya. Yayasan ini memberangkatkan sejumlah 66 siswa Indonesia ke berbagai negara Amerika, Eropa, dan Asia-Pasifik. Oase akan mengikuti program ini hingga Juni 2017. Dengan demikian  tahun 2016 ini ada 2 siswa Mu’allimaat Muh. Yk. yang berkesempatan menimba pengalaman di China dan Amerika.

       Program ini sejalan dengan visi misi Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta sebagai lembaga pendidikan boarding school yang berdiri pada tahun 1918. Dengan demikian, mereka berdua sudah terbiasa dengan keragaman budaya, bekerjasama, berdemokrasi, mengatasi konflik, dan mengasah jiwa kepemimpinan karena siswi Mu’allimaat tinggal di asrama. Hal ini merupakan aplikasi dari ketrampilan dan pengetahuan serta ilmu yang mereka dapatkan selama di Madrasah Mu’allimaat. Hampir semua siswanya berasal dari seluruh Indonesia.