Medan Curam dan Berliku Tak Halangi Santriwati Mu’allimat Bantu Korban Longsor Gunungkidul

Rabu, 06 Desember 2017
medan-curam-dan-berliku-tak-halangi-santriwati-mu’allimat-bantu-korban-longsor-gunungkidul

PWMU.CO – Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa tempat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengundang kepedulian santriwati Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta. Dengan diwakili ketua organisasi santriwati Mu’allimat, mereka melakukan bakti sosial (baksos) pada masyarakat terdampak, Selasa (5/12/17).

Sebelumnya mereka melakukan aksi penggalangan dana, Jumat (1/12/17) yang tersebar di beberapa titik kota Yogyakarta. Di antaranya, Titik Nol Kilometer, Kecamatan Ngabean, Kecematan Wirobrajan, Alun-Alun Utara, dan Alun-Alun Selatan. Hasilnya, terkumpul uang Rp 4,7 juta. Guru dan siswi Madrasah Mu’allimaat ikut berpartisipasi dengan menyumbangkan uang dan pakaian pantas pakai.

Dari jumlah itu, Rp 2.7 juta telah disalurkan melalui Lazismu Kabupaten Gunungkidul, Selasa (5/12/17) dan Rp 2 juta akan disalurkan ke Imogiri Kabupaten Bantul pada Jum’at (8/12/17) mendatang.

Sementara barang-barang berupa sembako, pakaian, dan peralatan sekolah disalurkan langsung pada korban longsor dan banjir di Posko Cabang Pesantren Muhammadiyah Al-Muttaqin di Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (5/12/17).

Meskipun medan menuju lokasi bencana curam dan berliku, perwakilan santriwati Mu’allimaat yang ditemani oleh Ustadzah Zuvita tetap semangat saat mengikuti kegiatan bakti sosial. Hal tersebut tercermin ketika tiba di Posko Cabang, mereka menurunkan sendiri kardus-kardus pakaian, sembako, dan buku ke teras pesantren.

Desa Sampang menjadi tujuan baksos karena kondisinya paling parah. Pohon tumbang serta tanah sisa longsor dan lumpur bekas banjir yang masih berserakan di jalan-jalan, adalah salah satu buktinya. Selain itu akses ke Desa Gedangsari yang cukup jauh dari pusat kota menjadikan daerah tersebut sempat terisolasi beberapa hari.

“Desa Sampang banjirnya tidak begitu parah, namun bencana longsornya yang lumayan parah. Untuk yang terkena banjir itu di daerah Kali Ijo,” ujar Hilma, salah satu guru Pesantren Muhammadiyah Al-Muttaqin (Safira/Zuvita/Ulin)