HARI PEDULI MORAL

Sabtu, 23 Maret 2019
hari-peduli-moral

Kamis sore (21/2) Aliansi Pelajar Istimewa (API) menggelar gerakan aksi peduli moral. Kegiatan yang dilakukan di Titik Nol KM ini merupakan aksi kepedulian pelajar Jogja akan degradasi moral yang terjadi.
Berangkat dari pelataran Masjid Gedhe, partisipan aksi peduli moral mengawali semangat unjuk rasa peduli dengan lantang menyanyikan lagu-lagu nasional. Teriakan lantang kata pelajar dan moral begitu memompa antusiasme partisipan untuk rekat dengan kepedulian. Partisipan aksi peduli moral ini datang dari berbagai sekolah di Kota Jogja yang meliputi MA Mu’allimaat, MA Mu’allimin, SMA Muh 1, SMA Muh 2, SMA Muh 3, SMA Muh 4, SMA Muh 7, dan SMA Taman Siswa.

Dilansir dari jogja.tribunnews.com, kepolisian mencatat selama 2018 lalu ada 18 kasus klitih di Yogyakarta dengan dua korban meninggal dunia. Menyadari betul apa yang cacat dari generasi penerus negeri ini, API mengajak para pelajar agar turut sadar akan pentingnya moral yang mestinya menjadi akar. Semakin kesini sembari lekat diamati, begitu banyak tindakan muda-mudi yang begitu jauh dari moralitas bangsa madani. Kriminalitas berupa tawuran juga klitih tak lagi menjadi berita kurang data. Perlakuan kurang ajar siswa di bangku sekolah terhadap guru semakin bebas menjamah.

Dengan diadakannya demonstrasi aksi peduli moral ini diharapkan mampu menyuarakan kepedulian pelajar Jogja untuk moral pemuda yang berkeadaban. Karena dengan pemerosotan moral pemuda merupakan bahaya besar bagi masa depan bangsa. Selaras dengan orasi yang disampaikan Arkan, “Kerusakan moral adalah pendudukan (penjajah) tanpa militer.”
  
Mengenai efektivitas aksi Racha Julian, penanggung jawab API menuturkan, “Efektif atau tidak efektif sebenarnya bukan untuk dijawab sekarang. Soalnya efektifitas itu perkara nilai evaluatif, jadi tidak bisa dijawab sekarang. Mungkin kalian bisa menemukan jawabannya beberapa hari atau minggu atau bahkan bukan setelah ini.”
 
(Oleh : Hanifah M dan Aqilah, LPPM Muallimaat 2019)