Uji Publik Kurikulum MTs dan MA Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta

Minggu, 07 Juli 2019
uji-publik-kurikulum-mts-dan-ma-mu’allimaat-muhammadiyah-yogyakarta

Kamis (4/7/2019) mengawali tahun ajaran baru, Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta melaksanakan uji publik kurikulum di ruang aula Madrasah. Acara tersebut dihadiri oleh ketua badan pengurus harian (BPH) Mu’allimin-Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Bapak Dr. Agung Danarto, M.Ag., dan anggota BPH bapak Dr. Amika Wardana, S.Sos.,M.A., bapak Dr. Noor Suwadi, M.Ag., sebagai narasumber, kepala sie kurikulum dan evaluasi kantor wilayah kementrian agama wilayah Yogyakarta, ibu Noor Imanah, M.Si., kepala bidang pendidikan madrasah kementrian agama kota Yogyakarta, ibu Dra. Uswatun Hasanah, ibu Dra. Murtinah yang merupakan pengawas MTs dan bapak Drs. H. Paiman, M.A., pengawas MA dari kementrian agama Kota Yogyakarta, bapak Drs.H.Mugiyanta, M.Pd., ketua komite,bapak Drs. H. Imam Mawardi, M.Si., ketua komite MA, guru-guru, karyawan dan perwakilan siswi Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta.

Bagian awal dari kegiatan uji publik adalah pemaparan kurikulum Madrasah Mu’allimaat dilakukan oleh Wakil direktur I bagian kurikulum, ustazah Elpin Eliana M.Pd. Dalam paparannya beliau menjelaskan isi kurikulum yang akan dipakai di MTs dan MA Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta. Kurikulum yang dirancang perupakan perpaduan dari kurikulum dari kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, kementerian agama Republik Indonesia dan kurikulum BPH yang merupakan kepanjangan tangan dari pimpinan pusat Muhammadiyah. Oleh karena itu, kurikulum yang digunakan memiliki muatan kekhasan yang menjadi ciri pendidikan 6 tahun di Madarasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta.

Bagian akhir dari kegiatan uji publik kurikulum adalah mendengarkan tanggapan narasumber dan peserta. Bapak Dr. Noor Suwadi, M.Ag., sebagai narasumber diminta untuk memberikan masukan berkaitan dengan penyempurnaan kurikulum. Beliau menyampaikan kurikulum Mu’allimaat telah memenuhi kriteria kurikulum yang baik. Beberapa catatan yang disampaikan adalah berkaitan dengan penambahan dasar hukum kurikulum yang berkaitan dengan kalender akadik Dinas pendidikan pemuda dan olahraga dan kantor wilayah kementrian agama Daerah Istimewa Yogyakarta, serta indikator pendukung ketercapaian masing-masing program kurikulum yang perlu diuraikan lebih lanjut.