Baitul Arqam Madya, Sukses Berkat Kerja Sama Alumni

Selasa, 21 Januari 2020
baitul-arqam-madya-sukses-berkat-kerja-sama-alumni

Alhamdulillah Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta dengan dibersamai alumninya telah sukses mengadakan Baitul Arqam Madya untuk kader tingkat 3. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari proses perkaderan yang wajib dilaksanakan oleh Madrasah Mu’allimaat yang merupakan sekolah kader Muhammadiyah. Pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 4 - 5 Januari ini menggunakan Asrama Haji Yogyakarta sebagai lokasi acara. Program pelatihan ini menghadirkan beberapa tokoh sebagai pemateri, termasuk juga alumni untuk membagikan ilmu mereka kepada kader-kader kelas 3 Madrasah Mu’allimaat. Salah satu pematerinya adalah Phisca Aditya Rosyadi, yang merupakan mantan ketua PCIM Korea. Ada juga Dhiana Ayu Novitasari, mantan Presiden Mahasiswa BEM Fakultas Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat UGM. Serta beberapa alumni lain yang ikut berkontribusi mengisi materi.

 

Pada kesempatan kali ini panitia mengambil tema “Meneguhkan Kepribadian Walidah Muda”. Harapannya adalah supaya kader-kader peserta Baitul Arqam bisa kembali merefleksikan diri mereka untuk berkepribadian sebagaimana sosok seorang Walidah, istri KH. Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah. Menjadi kader penerus sebagai seorang perempuan memang tidak mudah. Namun kami percaya bahwa perempuan juga memiliki tempat dan kemampuan yang sama dengan laki-laki. Terutama sebagai siswi Mu’allimaat yang mendapatkan amanah sebagai sekolah kader Muhammadiyah, untuk mencetak kader-kader pemimpin putri Islam. Sehingga kami memfokuskan pelatihan ini untuk membentuk karakter sebagai siswi Mu’allimaat yang memiliki kemampuan di 3 bidang, yakni sosial, akademik, dan kepemimpinan. Ketiga aspek itu apabila dijadikan sebagai sebuah prinsip maka akan terbentuk seorang siswi Mu’allimaat yang ideal sebagaimana prinsip yang ingin ditanamkan sekolah kader tersebut.

Sumber: Dok. Panitia

 

Selain materi-materi yang fokus pada konsep kepribadian Mu’allimaat, sebagai kader tingkat 3 juga diberikan materi ‘Life Plan’ yang bertujuan untuk melatih para kader menyusun rencana dan peta hidup demi masa depan mereka. Seorang pemimpin harus memiliki perencanaan yang baik dan tersusun rapi. Sehingga ia bisa memimpin dirinya dengan baik, dan bisa membawa perubahan untuk lingkungannya. Melalui materi ini para kader diajak untuk menyusun rencana-rencana masa depan mereka.

 

“Harapannya para kader bisa membekali diri mereka dengan rencana-rencana positif dengan didasari prinsip kepemimpinan untuk kedepannya bisa mempersiapkan diri menjadi calon-calon penerus Walidah yang mampu membawa pengaruh positif kepada lingkungannya.” ujar Enggar Tintriati sebagai ketua panitia pada pelatihan kali ini.

 

Meskipun ada beberapa hambatan karena perubahan jadwal agenda, namun Alhamdulillah secara keseluruhan acara ini dapat berjalan lancar. Harapannya semoga follow up atau tindak lanjut dari acara ini juga bisa memberikan kontribusi yang baik bagi peserta maupun lingkungannya. Serta acara pelatihan kader selanjutnya bisa meneruskan dan berkembang menjadi lebih baik lagi. (Hafizh Nurul)