Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Daring Menyambut Tahun Pelajaran Baru

Sabtu, 27 Juni 2020
pelatihan-pembuatan-media-pembelajaran-daring-menyambut-tahun-pelajaran-baru

Selasa - Kamis (16 - 18 Juni 2020) seluruh guru Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta mengikuti pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis daring.  Hal ini bermula dari pandemi COVID-19 yang belum mereda sampai pada hari berita ini diturunkan sehingga memaksa lembaga pendidikan termasuk Madrasah Mu’allimaat untuk melakukan pembelajaran jarak jauh berbasis daring. Sebelumnya, pada pertengahan semester 2 tahun pelajaran 2019/2020 Mu’allimaat telah memulangkan seluruh siswi yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia dan melakukan pembelajaran berbasis daring. Evaluasi dari proses pembelajaran tersebut diantaranya adalah belum semua peserta didik responsif, media pembelajaran yang digunakan masih bersifat satu arah sehingga tidak memfasilitasi pembelajaran interaktif, keterbatasan akses, penilaian belum mampu mengukur pemahaman peserta didik, dan KBM lebih banyak menekan penugasan secara daring.

            Ustadzah Elpin Eliana, M.Pd selaku wakil direktur I bagian Kurikulum sempat menyinggung tentang kurikulum darurat yang juga diberlakukan pemerintah selain kurikulum murni pada masa pandemi. Dalam sambutannya di awal pelatihan beliau menyampaikan, “Kami menyiapkan portal utama yang bernama “Rumah Belajar” yang dapat digunakan bapak ibu guru untuk mengajar jarak jauh. Selain itu, kami juga memastikan nantinya proses pembelajaran tersebut dapat berjalan interaktif, tidak membebani peserta didik namun tetap mencapai target ketercapaian kurikulum. Setiap guru di Madrasah Mu’allimaat memiliki kewajiban mengimplementasikan lima pilar pendidikan Mu’alllimaat yaitu kompetensi dasar keilmuan, kompetensi dasar kepribadian, kompetensi dasar kecakapan, kompetensi dasar sosial kemanusian dan kompetensi gerakan. Dimana pelatihan kali ini merupakan salah satu upaya dalam rangka mencapai lima pilar pendidikan tersebut.

Adanya aturan sosial distancing menjadi alasan Madrasah membagi guru menjadi tiga kelompok sesuai dengan rumpun mata pelajaran yang diampu. Setiap harinya pelatihan dilakukan selama 5 jam mulai dari pukul 06.55 hingga 12.00 WIB. Setiap guru diwajibkan membawa laptop yang terkoneksi dengan internet. Ustadz Ari Supriyanto, S.T., sebagai fasilitator pelatihan mensosialisasikan “Rumah Belajar” dan mempraktikkan pembuatan video pembelajaran sampai pada bagaimana cara mengupload.

            Pelatihan ini bertujuan sebagai peningkatan kompetensi IT guru Madrasah Mu’allimaat dalam menggunakan media online. “Guru Mu’allimaat harus senantiasa mengupgrade kemampuannya untuk mencapai kunci pendidikan di Mu’allimaat yaitu innovation, growth dan leading, dengan harapan setiap guru memiliki media pembelajaran serta siap melakukan proses belajar mengajar jarak jauh berbasis daring secara lebih efektif pada tahun pelajaran 2020/2021”, tegas Ustadzah Elpin.