Sosialisasi Rencana Pembelajaran Siswi Kelas 6 di Masa Pandemi

Senin, 17 Agustus 2020
sosialisasi-rencana-pembelajaran-siswi-kelas-6-di-masa-pandemi

(16 Agustus 2020), Madrasah Mu’allimaat mengadakan pertemuan dengan orang tua siswi kelas 6 melalui zoom. Kegiatan ini diadakan untuk mensosialisasikan kebijakan madrasah mempersiapkan siswi kelas 6 menghadapi ujian masuk perguruan tinggi dan peneguhan menjadi kader Muhammadiyah ‘Aisyiyah. “Meskipun UN sudah dihapuskan namun penting menyiapkan pembelajaran kelas 6 untuk menghadapi kedua hal tersebut”, tandas Ustadzah Elpin Eliana, M.Pd., wakil direktur I bagian akademik.

            Madrasah Mu’allimaat saat ini sedang menyiapkan bimbingan belajar secara online. Ustadzah Elpin menyampaikan kemungkinan akan menggandeng pihak luar untuk mensukseskan program bimbel kelas 6. Beberapa lembaga bimbel sedang dipertimbangkan untuk menjadi partner Mu’allimaat. Nantinya siswi akan tetap mendapatkan pengajaran oleh guru mata pelajaran Madrasah Mu’allimaat, lembaga bimbel bersifat tambahan untuk lebih menggiatkan dan memotivasi siswi belajar.

            Awalnya siswi kelas 6 dijadwalkan akan masuk bulan Juni 2020. Namun karena pandemi COVID-19 belum mereda Mu’allimaat menerbitkan surat edaran yang berisi pemberitahuan kepada siswi kelas 6 jadwal pertemuan tatap muka diundur sampai bulam Agustus 2020. Saat ini telah terbit edaran terbaru dari Mu’allimaat, bahwa pertemuan tatap muka diundur kembali karena kondisi pandemi. Direktur Mu’allimaat, Ustadzah Agustyani Ernawati, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan Madrasah Mu’allimaat sedang mengkaji kemungkinan siswi kembali ke Madrasah bersama-sama dengan MCCC. “Siswi akan kembali ke madrasah itu pasti, cepat atau lambat akan kita laksanakan. Namun saat ini kami sedang mengkaji terkait prosedur yang harus dilakukan mengingat dari 154 siswi kelas 6 masih ada siswi yang berasal dari zona merah”. Beliau menjelaskan kebijakan Mu’allimaat diambil dengan memprioritaskan Kesehatan dan keselamatan siswi.

            Pada kesempatan tersebut orang tua diberikan kesempatan untuk menanggapi. Di sesi tanya jawab ini, keenam orang tua siswi menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan Mu’allimaat. Salah satu orangtua menyampaikan harapannya semoga siswi bisa segera kembali ke Mu’allimaat untuk mengikuti pembelajaran tatap muka langsung karena pembelajaran daring dianggap tidak seefektif pembelajaran luring. Orang tua siswi lain menyampaikan harapannya terhadap perguruan tinggi, “semoga perguruan tinggi menggunakan standar yang berbeda dari tahun sebelumnya mengingat saat ini kita dalam kondisi tidak biasa”, tandas orang tua kelas 6d tersebut.