Cita VS Cinta Apa Bisa Seimbang

Rabu, 26 April 2017
cita-vs-cinta-apa-bisa-seimbang

LPPM-Yogyakarta (23/4) tepatnya di Masjid Besar Kauman Yogyakarta, Korps Muballighat Mu’allimaat (KMM) yang merupakan komunitas dakwah di Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta telah sukses mengadakan Tabligh Akbar yang menyungsung tema “ Cita VS Cinta Apa Bisa Seimbang? “. Acara ini dihadiri oleh sekitar 130 peserta yang tidak hanya berasal dari siswi Mu’allimaat saja, tetapi juga para hadirin yang datang dari luar kota.

 

Maraknya persoalan nikah muda dikalangan remaja yang masih didasari prinsip hidup yang masih labil. Dan juga masih belum bisa mensinkronkan antara prinsip hidupnya dengan ibadah atau kehidupan akhirat. Sehingga nikah muda dan fenomena lain semacam ini justru menjadi kekhawatiran di kalangan remaja itu sendiri. Kurang lebih inilah yang menjadi latar belakang KMM mengadakan acara ini.Acara Tabligh Akbar ini memang baru pertama kali diadakan oleh KMM dan belum menjadi program kerja rutin mereka. Namun, acara ini cukup menarik antusias yang besar terutama bagi para remaja yang masih limbung dengan prinsip hidup mereka.

 

“ Kami mengambil tema “ Cita VS Cinta Apa Bisa Seimbang? “ karena keduanya merupakan fitrah yang pasti dimiliki oleh setiap manusia. Namun keduanya masih sering bertabrakan. Kebanyakan remaja masih belum bisa mengatur emosinya, juga belum cukup memahami bagaimana cara menyatakan mana yang seharusnya menjadi prioritasnya. Seperti halnya nikah muda adalah tidak apa-apa, asalkan sudah bisa mengontrol segala sesuatunya. “ begitu jawab Isnaini Khoirunnisa, selaku ketua panitia ketika ditanyai mengapa mengangkat tema tersebut.

 

Materi pada acara Tabligh Akbar ini diisi oleh Ustadz Adi Abdillah. KMM merasa materi ini cocok dibawakan beliau karena beliau adalah sosok yang cukup mengerti tentang persoalan remaja saat ini. Ustadz adi Abdillah juga sering mengisi pada acara yang banyak dihadiri oleh remaja. Walaupun Madrasah Mu’allimaat memiliki background muhammadiyah, namun sebisa mungkin di acara ini tidak membedakan antar lembaga lain.

 

Pada acara tabligh Akbar ini, materi yang disampaikan oleh Ustadz Adi Abdillah sungguh mengena. Karena banyak mengupas tentang persoalan remaja. Contohnya adalah bagaimana cara menumbuhkan kepedulian bersama dan bukan hanya kepentingan diri sendiri. Juga tentang cita dan cinta yang memang tidak boleh seimbang, karena itu urusan yang memiliki konteks berbeda, yaitu akhirat dan dunia.

 

“ mengikuti Tabligh Akbar ini bisa menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas spiritual dan intelektual diri. Juga bagi banyak orang yang masih salah mendefinisikan cinta. “ ujar Abi Atang Sholihin, selaku Wakil Direktur Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta pada sambutannya di acara tersebut.

 

Cukup membuat kesan positif di kalangan peserta seperti halnya yang di utarakan Alfia Fayruz, salah satu siswi Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta “ Menurut saya, acaranya bagus, tema dan tujuannya menarik buat remaja. Tapi sayangnya acaranya dimulai sedikit lebih lama dari jadwal, sehingga waktu penyampaian materipun sedikit terpotong. ” (Kholqi,Anggie)