Kajian Ideologi Guru dan Karyawan

Sabtu, 10 Juni 2017
kajian-ideologi-guru-dan-karyawan

Kamis (8/06/2017) Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan kajian ideologi untuk guru dan karyawan bertempat di Gedung Skill Lab. Ruang Convention Hall Lantai 4 RS. PKU Muhammadiyah Gamping Sleman. Kajian Ideologi tahun ini mengusung tema “Meningkatkan Ghiroh Ber-Muhammadiyah Menuju Mu’allimaat Berkemajuan”. Sejumlah narasumber didatangkan antara lain DR. H. Busyro Muqoddas, S.H. M.Hum., DR. H. Khoruddin Bashori, H. Syakir Jamaluddin, M.Ag., dan petugas perawatan jenazah dari Bina Rohani PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

 

Sejak pukul 07.00 WIB tempat pelaksanaan sudah di penuhi peserta, selain berangkat menuju tempat pelaksanaan acara secara individu, peserta juga datang secara rombongan menggunakan bus yang disediakan oleh Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta. Pukul 07.30 WIB acara dimulai dengan pembukaan, kalam ilahi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya dan Mars Aisyiyah. Acara dilanjutkan dengan sambutan Direktur Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, dalam sambutannya Direktur mengajak kepada seluruh guru dan karyawan untuk lebih meningkatkan kualitas mental dan spiritual guna menjadi pioner dan uswah bagi seluruh peserta didik di madrasah, karena madrasah diberikan tanggung jawab yang sangat besar untuk menjadikan peserta didik menjadi anak panah muhammadiyah dan kader pemimpin di masa yang akan datang. Badan Pembina Madrasah Mu’allimin Mu’allimaat Muhammadiyah dalam hal ini diwakili oleh Bapak Drs. H. Alfian Darmawan menyampaikan bahwa Muallimin dan Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta memang bukan sekolah biasa, karena berada langsung di bawah Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sudah seharusnya para guru dan karyawan menjadi suri tauladan dalam bertindak dan berorganisasi, sudah cukup banyak para abituren Madrasah Mu’allimin Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta menjadi pelopor di berbagai bidang baik pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya.

 

Materi pertama yang bertajuk “Manhaj Gerakan Muhammadiyah dan Peran Pendidikan Kader Muhammadiyah” oleh DR. H. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum., sebagai narasumber pertama menjelaskan manhaj gerakan Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di jelaskan pula peran Muhammadiyah dalam proses kemerdekaan Indonesia yaitu dengan munculnya tokoh Muhammadiyah seperti Ki Bagus Hadikusumo, kita sebagai warga Muhammadiyah harus berani bertindak untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Pemateri kedua adalah Dr. H. Khoiruddin Bashori, menjelaskan materi tentang meneladani akhlak Rasulullah. Pemateri kedua memberikan banyak contoh bersikap dan berperilaku di lingkungan kerja sehingga mudah dimengerti oleh peserta.

 

Materi ketiga di presentasikan oleh H. Syakir Jamaluddin M.Ag. yang mengulas kedudukan Hadits dhoif dalam pandangan mazhab dan Muhammadiyah. Pembicara ketiga menjelaskan banyak hadits dhoif yang beredar di masyarakat, dikhawatirkan ibadah yang dilakukan oleh masyarakat banyak yang berdasarkan hadits palsu. Di jelaskan pula di temukan doa-doa yang yang tidak ada di dalam hadits shahih maupun dhoif namun lazim di gunakan masyarakat di Indonesia. Materi terakhir yang di ikuti peserta adalah Ibadah praktis perawatan jenazah. Pada materi keempat ini peserta di bagi menjadi 3 kelompok. Setiap kelompok di dampingi oleh petugas Bina Rohani dari PKU Muhammadiyah Yogyakarta untuk praktek tata cara memandikan jenazah dan mengkafani jenazah.

 

Setiap akhir materi peserta di berikan kesempatan untuk bertanya,banyak peserta yang antusias untuk bertanya, namun di batasi oleh moderator sebanyak tiga penanya setiap materi. Di akhir acara panitia membagikan doorprize bagi sepuluh orang peserta yang datang awal,aktif bertanya kepada pemateri dan peserta yang memiliki cap Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta pada seminar kit yang di bagikan di awal acara. Acara kajian ideologi berakhir pada pukul 15.30 WIB di tutup dengan rencana tindak lanjut dan doa bersama.