Karantina Bahasa untuk Siswi Baru Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta

Kamis, 27 Juli 2017
karantina-bahasa-untuk-siswi-baru-madrasah-mu’allimaat-muhammadiyah-yogyakarta

Sejak sabtu (22/07/2017) siswi baru Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta mengikuti karantina bahasa. Kegiatan karantina bahasa menekankan peningkatan kemampuan siswi dalam menggunakan bahasa inggris dan bahasa arab yang dijadikan bahasa pengantar dalam proses pembelajaran di madrasah dan kegiatan di asrama. Staf pengembangan bahasa, Rena Achsana Putri S.Pd menjelaskan,”Karantina bahasa dilakukan untuk memberikan dasar bagi siswi baru dalam berbahasa, mengingat kemampuan berbahasa siswi yang diterima menjadi siswi madrasah Mu’allimaat tidak sama”

            Karantina bahasa dilakukan selama dua minggu, akan berakhir pada hari kamis (3/08/2017). Sebanyak 216 siswi baru di jadikan lima kelas. Tiap kelas akan di damping oleh alumni dan siswi kelas V (kelas XI MA) yang memiliki kualifikasi berbahasa Inggris. Siswi akan diberikan materi bahasa Inggris di minggu pertama dan bahasa Arab di minggu kedua. Materi yangdiberikan adalah kosa kata, cara mengucapkan, penulisan kata yang di gunakan dalam percakapan sehari-hari siswi di sekolah dan di asrama.Sabtu dan ahad kegiatan karantina bahasa dilakukan sebanyak 3 sesi, mulai pukul 07.00 – 11.45 WIB. Senin, selasa dan Rabu dilakukan 4 sesi. Setiap hari karantina bahasa di mulai dari pukul 07.00 WIB, berakhir pada pukul 11.45 WIB. Khusus hari kamis karantina bahasa di isi permainan yang mengulang materi yang telah disampaikan.

            Rena Achsana Putri S.Pd menegaskan,”kegiatan karantina bahasa penting untuk laksanakan karena ada korelasi positif antara kemampuan siswi berbahasa dengan karantina bahasa di tahun-tahun sebelumnya”. Selanjutnya beliau menegaskan harapan setelah karantina bahasa adalah siswi mampu berbahasa inggris dan berbahasa arab dalam percakapan sehari-hari di sekolah maupun di asrama.