Siswi Muallimaat Berkunjung ke Pameran Wayang

Senin, 13 November 2017
siswi-muallimaat-berkunjung-ke-pameran-wayang

Ahad (5/11/2017) 216  siswi Madrasah Mu’allimaat  Muhammadiyah  Yogyakarta  berkunjung ke museum Sonobudoyo untuk melihat pameran wayang. Pameran wayang yang diselenggarakan pada acara ini bertajuk Jogja International Heritage Festival. Pameran dibuka tanggal 5-11 November 2017. Di dalamnya dipamerkan berbagai jenis wayang antara lain wayang beber yang muncul dan berkembang di Jawa pada masa pra Islam danmasih berkembang di daerah-daerah tertentu di pulau Jawa, wayang momotaro yang  terinspirasi dari cerita rakyat Jepang, wayang kancil yang dibuat berdasarkan dongeng si kancil yang terkenal di Indonesia, wayang Diponegoro yang dibuat untuk menyajikan kisah-kisah yang bersumber dari Pangeran Diponegoro dan ratusan koleksi wayang lainnya.


Para siswi antusias karena wayang yang ditampilkan sangat unik. Umumnya wayang yang diketahui siswi adalah wayang yang sering dimainkan dalang dalam menceritakan kisah perang mahabarata. Dalam kesempatan ini siswi dapat melihat jenis wayang yang kontemporer maupun wayang yang digunakan untuk menyebarkan jenis agama tertentu sampai wayang yang terdapat di negara lain. Salah satu petugas menyampaikan pameran wayang ini memboyong wayang dari banyak museum lain.  Beberapa siswi bertanya tentang bahan pembuatan wayang. Dijelaskan bahwa wayang yang bagus terbuat dari kulit kerbau karena tidak mudah melengkung,  tidak seperti wayang yang terbuat dari kulit sapi ataupun kulit kambing,  lainnya bertanya tentang inspirasi pembuat wayang dalam menciptakan wayang. Petugas menjelaskan banyak cerita menarik dari pengalaman pembuat wayang dalam menciptakan wayang, misalnya Ki Enthus Susmono yang awalnya terpaksa menjadi dalang karena menggantikan ayahnya namun dikemudian hari menciptakan tiga wayang yang diberi nama wayang rai wong, wayang rai dalang dan wayang planet. Lainnya kisah Ki Ledjar atau Mbah Ledjar yang membuat wayang kancil tahun 1980 di rumahnya daerah Danuredjan Yogyakarta setiap hari. Namun karena usianya sudah tidak muda lagi beliau sering sakit-sakitan dan meninggal setelah wayang kancil selesai dibuat.


Kegiatan ini sangat menyenangkan bagi siswi, karena lokasi museum Sonobudoyo dan Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta tidak jauh hanya berjarak 1 km, perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki yang di tempuh sekitar 12 menit melalui jalan-jalan yang melewati gang dan rumah penduduk. Sesampainya di museum sonobudoyo berkeliling selama satu jam untuk melihat-lihat dan bertanya kepada petugas, siswi bersiap kembali ke Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta. Pukul 10.15 WIB siswi sudah sampai di Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta.Kegiatan ini dapat membantu siswi memahami budaya Indonesia. Wayang merupakan salah satu peninggalan leluhur yang memiliki sejarah panjang dan melekat dengan kehidupan bangsa Indonesia. Semoga kegiatan ini memberikan tambahan wawasan tentang wayang, rasa cinta air dan keinginan untuk menjaga kekayaan budaya Indonesia mengingat banyak hasil karya intelektual bangsa Indonesia yang di klaim bangsa lain.