Madrasah Muallimaat Yogyakarta Perkuat Program Sister School

Senin, 27 November 2017
madrasah-muallimaat-yogyakarta-perkuat-program-sister-school


REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Dalam rangka internasionalisasi kader, Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta terus menjalin kerja sama melalui program 'sister school' dengan sekolah mancanegara. Salah satunya dengan Streesmutprakan School Thailand.

Seiring kerja sama ini, Kamis (16/11),  sebanyak 18 siswa, guru, dan direktur Streesmutprakan School Thailand berkunjung ke Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta. Rombongan pun disambut oleh para siswa serta guru Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta.

Pada saat penyambutan, siswa Madrasah Mu’allimaat menampilkan berbagai kegiatan seni dan budaya. Di antaranya paduan suara, tari Saman, atraksi pencak silat Tapak Suci, dan lain-lain. Sementara dari siswa Streesmutprakan menampilkan tari tempurung dan tari lilin.

Menurut Direktur Madrasah Mu’allimaaat Muhammadiyah, Agustyani Ernawati, kerja sama sister school ini dilakukan sejak 2015. Harapannya, kata Agustyani, Madrasah Mu’allimaat dapat menjadi pusat keunggulan perempuan.

Dikatakan, dalam rangka internasionalisasi kader ini salah satunya dilaksanakan lewat pengembangan bahasa Inggris. Dalam program sister school, siswa dan guru menerapkan secara tidak langsung dan mengaplikasikan bahasa Inggris secara aktif.

‘’Program sister school ini merupakan kegiatan pengembangan jaringan sekolah di luar negeri. Bentuknya kerja sama pertukaran pelajar dan guru dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kualitas untuk peningkatan belajar dan mengajar," kata Agustyani.

Selain dengan Thailand, lanjutnya,  Madrasah Mu’allimaat juga melakukan program sister school dengan sekolah dari Malaysia. Adapun secara bertahap akan melakukan kerja sama dengan sekolah di Australia dan melakukan pertukaran pelajar dengan Amerika.

Dalam program sister school ini, jelasnya, Madrasah Muallimaat juga sudah melakukan kunjungan ke Thailand dan Malaysia. ‘’Siswa yang sudah berangkat mengikuti sister school akan menjadi pionir pengembangan bahasa di asrama dan kelas,’’ ujarnya.

Rep: Neni Ridarineni / Red: Yusuf Assidiq