Bekal Pendidikan di Mu’allimaat Mengantarkan Menjadi Ketua STAIN Meulaboh

  • 05 Okt 2021
  • 367
Bekal Pendidikan di Mu’allimaat Mengantarkan Menjadi Ketua STAIN Meulaboh

Madrasah Mu’allimaat dikenal dengan miniatur Indonesia, keragaman daerah, budaya, dan bahasa mewarnai kemajemukan selama menjalani pendidikan selama 6 (enam) tahun. Begitulah yang dirasakan oleh Dr. Inayatilah, M.Ag, perempuan hebat kelahiran Banda Aceh, 4 Oktober 1973 yang telah melangkahkan kaki hingga kota pelajar ini.

Saat ini ia menjadi Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, sudah 23 tahun menjadi dosen disana. Kampusnya berada di Jalan Lingkar Kampus, Gampong Gunong Kleng, Alue Penyareng, Kec. Meureubo, Aceh Barat. Ia menuturkan, bekal pendidikan di awal sekolah sangat mempengaruhi kepribadian dan kinerja di masa mendatang. Bekal itu dirasakan teramat sangat ketika di bangku sekolah menengah pertama hingga menengah atas, yakni di Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta dan lulus tahun 1991.

“Banyak hal yang diperoleh baik itu pengetahuan agama, keguruan maupun Bahasa. Bekal yang diperoleh sangat mendukung bagi pekerjaan, terutama mengajarkan dalam hal keguruan. Selain itu, ketika diangkat sebagai ketua di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, pengalaman hidup berasrama dari berbagai daerah dan karakter sangat membantu proses interaksi”, ungkapnya.

Menurutnya, hal paling penting adalah bisa belajar kepemimpinan perempuan dan bagaimana berkontribusi secara maksimal. Khususnya dalam hal amar maruf nahi munkar yang bukan hanya menjadi sekedar slogan, tetapi harus diimplementasikan dalam berbagai hal kebijakan dan melakukan program kegiatan.

Pendidikan selama enam tahun rupanya memberikan pembuktian moral untuk selalu berperan aktif bagi almamater. Komitmen yang bisa ia berikan sebagai alumni adalah menjaga nama baik almamater dimanaupun berada. Dibuktikan dengan menjadi sosok yang berakhlak karimah akan menjadi cerminan bahwa alumni-alumni Madrasah Mu’allimaat adalah insan yang cerdas dan berintelektual.

“Harapannya Madrasah Mu’allimaat menjadi sekolah yang diminati oleh berbagai kalangan di seluruh Indonesia. Bukan hanya akan mencetak alumni yang berjiwa kependidikan dan ulama. tetapi mampu melahirkan pribadi yang mempunyai jiwa kepemimpinan”, tegasnya. (LTA)