Ikatan Keluarga Mu'allimaat Muhamamdiyah DI Yogyakarta (IKMMY) Gelar Acara Mendongeng Secara Virtual

  • 28 Apr 2021
  • 178
Ikatan Keluarga Mu'allimaat Muhamamdiyah DI Yogyakarta (IKMMY) Gelar Acara Mendongeng Secara Virtual

Mubaligh Hijrah Ikatan Keluarga Mu’allimaat Muhamamdiyah DI Yogyakarta (IKMMY) mengadakan kegiatan mendongeng bersama Kak Awe dengan tema ‘Wonderful Ramadhan for Kids’. Kegiatan ini telah berlangsung pada hari Ahad, 18 April 2021 secara virtual melalui zoom meeting dan disiarkan langsung melalui Youtube Madrasah Mu’allimaat. Partisipannya adalah peserta didik tingkatan PAUD, TK dan Sekolah Dasar (SD) terkhusus di DIY dan seluruh Indonesia pada umumnya.

Agenda ini adalah serangkaian program dari Mubaligh Hijrah yang dilakukan oleh siswi Muallimaat yang berada di daerah yang sama. Kesempatan pertama ini dilaksanakan oleh ikatan keluarga Madrasah Mu’allimaat daerah Yogyakarta. Agenda ini sangat diapresiasi betul oleh pihak madrasah karena sangat bermanfaat dan menumbuhkan semangat di bulan Ramadhan ini. “Sangat bersyukur dan berbangga hati walaupun di masa pandemi, tidak menyurutkan spririt berjuang untuk tetap melanjutkan kegiatan-kegiatan Mubaligh Hijrah selama di bulan Ramadhan. Tema yang yang dipilih juga sangat luar biasa. Sangat tepat untuk anak-anak”, ujar Ibu Agustyani Ernawati, M.Pd. ketika sambutan.

Materi yang disampaikan adalah tentang kewajiban berpuasa. Dilanjutkan dengan penjelasan tentang makna iman. Bahwasannya iman adalah percaya dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbutan. Kewajiban berpuasa telah diutarakan dalam Al Qur’an kepada seluruh manusia yang beriman, yakni surah Al-Baqarah ayat 138. Iman itu artinya percaya, bahwasanya Allah adalah Tuhan kita. Allah perintahkan orang-orang yang beriman untuk berpuasa karena ibadah puasa akan mengantarkan pada kualitas diri yang berpredikat taqwa.

Dongeng yang sangat menarik disampaikan oleh Kak Awe dengan membawakan cerita yang menggambarkan tentang dampak bermain gadget secara berlebihan. Tetapi ada sesuatu yang berbeda, yakni pembawaan cerita yang disampaikan dan menggunakan media boneka orang utan. Metode cerita dan pemeranan tokoh dengan variasi VO (Voice Over) memberikan efek yang menarik dan itu yang memberikan antusias lebih dari para peserta. Sesi terakhir adalah interaktif tanya jawab bersama Kak Awe. Peserta sangat merespon baik dan percaya diri untuk bertanya secara langsung. (LTA)