Madrasah Mu’allimaat Wujudkan Perempuan Berkemajuan untuk Umat dan Bangsa

  • 03 Mei 2021
  • 268
Madrasah Mu’allimaat Wujudkan Perempuan Berkemajuan untuk Umat dan Bangsa

Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta bersama MPK (Majelis Pendidikan Kader) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah berupaya mewujudkan kader paripurna melalui Baitul Arqam Purna. Pesertanya adalah seluruh santriwati kelas VI yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari, yakni hari Kamis-Jumat, tanggal 29-30 April 2021 secara online. Terdapat tiga materi utama, yakni ‘Muhammadiyah/ Aisyiyah sebagai Gerakan Islam Berkemajuan’, dengan pembicara Ibu Salmah Orbayinah, S.Far., M.Kes, A.Pt.,Materi kedua tentang ‘Kemahasiwaan’ oleh Syahdara Anisa Makruf, S.Pd.I., M.Pd.Idan Muhammad Hasnan Nahar, S.Th.I., M.Ag.,Materi ketiga adalah ‘Peran Alumni dalam Kontribusi Membangun Almamater oleh narasumber Maisaroh Nurharjanti, S.Ag, M.A.dan Ariati Dina Puspitasari, M.Pd.

Tema yang diusung adalah “Perempuan Berkemajuan untuk Umat dan Bangsa”. Tema ini diambil dengan harapan bahwa lulusan Madrasah Mu’allimaat memiliki ideologi yang kuat dan profil perempuan berkemajuan yang mampu memberikan peran untuk umat dan bangsa. “Tujuan dari Baitul Arqam Purna ini adalah; Pertama,penguatan ideologi untuk kelas VI Madrasah Mu’allimaat; Kedua, memberikan wawasan terkait dengan paham agama yang berkembang; Ketiga, orientasi kemahasiswaan”, jelas Ibu Unik Rasyidah, M.Pd, selaku Wakil Direktur III.

Baitul Arqam Purna tahun ini dilangsungkan secara online dengan melibatkan fasilitator dari berbagai angkatan alumni Madrasah Mu’allimaat. “Meskipun dengan cara berbeda di masa pandemi Covid-19 ini tidak menyurutkan semangat peserta. Aktivitas Baitul Arqam Purna terdiri dari kelas besar, FGD, praktik ibadah, dan dikusi bersama fasilitator”, ujar Ibu Dra. Hj. Fauziyah Tri Astuti, M.A. selaku Master of Training (MOT), sekaligus anggota Majelis Pendidikan Kader PP Aisyiyah dan guru di Madrasah Mu’allimaat. Baitul Arqam Purna ini menjadi syarat kelulusan, sehingga harus diikuti oleh seluruh peserta didik kelas VI tanpa ada materi yang tertinggal. Apabila ada yang tidak mengikuti sesi materi, maka peserta akan diberikan tugas pengganti”, imbuhnya.

Agenda Baitul Arqam Purna adalah salah satu bentuk persiapan bagi peserta didik kelas VI menyambut dunia baru, yakni dunia mahasiswa. Harapannya ketika belajar di kampus manapun akan menjadi mahasiswa yang aktif, dinamis dan kritis. Serta memberikan peran kemajuan khususnya bagi persyarikatan dan bangsa pada umumnya. Hal tersebut diamini oleh Ibu Agustyani Ernawati, M.Pd. pada saat sambutan penutupan. “Harapannya Baitul Arqam Purna ini memberikan pencerahan untuk semua peserta. Ini adalah bekal yang harus dikuasai dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari”, pungkasnya.

Lembaga pendidikan di Mu’allimaat bertahan sampai sekarang dikarenakan proses perkaderan yang selalu diupayakan. Sehingga proses Baitul Arqam Purna ini sangat penting untuk diikuti. “Harapannya seluruh peserta akan siap menjalani kehidupan selanjutnya. Ketika memasuki perguruan tinggi akan terjadi adaptasi bersama lingkungan yang heterogen. Ada satu hal yang tidak boleh dihilangkan adalah bahwa alumni Mu’allimaat adalah perempuan dengan paham berkemajuan. Berikan pengaruh untuk perempuan-perempuan disekitarnya dengan mengikuti berbagai aktivitas intra ataupun ekstra kampus”, jelas Ibu Dr. Mami Hajaroh, M.Pd. selaku BPH Mu’allimin-Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta. “Carilah ilmu dan wawasan seluas-luasnya, dimanapun dan kapanpun. Tetapi jangan lupa untuk kembali ke Mu’allimaat, ‘Aisyiyah, dan Muhammadiyah”, lanjutnya.

Putri Dewanti selaku alumni dan menjadi fasilitator memberikan kesan baik bagi terselenggaranya Baitul Arqam Purna ini. “Terimakasih telah memberikan kepercayaan kepada alumni untuk menjadi fasilitator. Aktivitas ini merupakan salah satu bentuk kontribusi kecil bagi alumni yang bisa dilakukan”, uangkapnya. Ungkapan kegembiraan juga disampaikan oleh Elsa Firlyani mewakili peserta. “Terimakasih kepada madrasah yang telah menyelenggarakan perkaderan ini. Ghiroh fastabiqul khairat sangat tertanam kepada kami. Tempat ini adalah tempat mengecas kembali. Sejauh apapun melangkah, Mu’allimaat adalah tempat terbaik untuk mengabdi”, pungkasnya. (LTA)