Menyambut Semester Baru, Madrasah Mu’allimaat Adakan Pertemuan Wali Siswi

  • 01 Jan 2021
  • 216
Menyambut Semester Baru, Madrasah Mu’allimaat Adakan Pertemuan Wali Siswi

Menyambut Semester Baru, Madrasah Mu’allimaat Adakan Pertemuan Wali Siswi

(26-28 Desember 2020) Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan kegiatan pertemuan wali siswi secara virtual selama tiga hari. Secara berurutan, pertemuan hari pertama dilaksanakan untuk wali siswi kelas III dan VI, hari kedua kelas II dan V, dan hari terakhir adalah kelas I dan IV. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan pembelajaran di semester baru mendatang.

“Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan kegiatan pendidikan di semester mendatang. Ucapan terimakasih juga kami sampaikan atas pendampingan yang dilakukan oleh wali siswi ketika melaksanakan pembelajaran di rumah satu semester yang lalu”. Sambutan Ibu Agustyani Ernawati, M.Pd. mengawali agenda pertemuan wali murid. Dan dilanjutkan dengan penyampaian program-program serta upaya perbaikan di semester mendatang oleh para Wakil Direktur.

Sambutan yang disampaikan oleh Ibu Direktur lebih menyoroti pada kesiapan pembelajaran di masa pandemi di semester mendatang, memikirkan apakah akan tetap berjalan secara daring atau tatap muka langsung.

Walaupun pemerintahan pusat memberikan wewenang kepada pemerintahan daerah dengan berlangsungnya proses pembelajaran tatap muka. Keputusan tersebut tidak semudah yang kita bayangkan. Karena perlu kajian mendalam dan kesiapan dari berbagai aspek, seperti sarana dan prasarana, kesiapan secara psikologis, perizinan dari berbagai pihak, tim satgas Covid-19, termasuk kenaikan angka Covid-19. Lebih-lebih untuk sekolah berasrama seperti Mu’allimaat, yang pastinya mempunyai prasyarat yang lebih ketat.

Pernyataan Ibu Direktur tersebut semakin kuat karena dibuktikan dengan adanya angka Covid-19 yang semakin bertambah. “Mengingat wilayah DIY menjadi zona merah, kehawatiran madrasah semkin besar ketika santriwati didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia. Tambah lagi hasil kajian yang dilangsungkan oleh BAPEDA bahwa generasi millennial menempati posisi rawan dalam beradaptasi dengan lingkungan, lebih-lebih selama pandemi ini”, tegas Ibu Direktur.

Hal tersebut sejalan dengan respon yang diberikan oleh Gubernur DIY dan menyarankan agar sekolah-sekolah di DIY tidak usah tergesa-gesa dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka langsung. Dilanjutkan dengan pernyataan beliau untuk mencanangkan agar dilakukan perpanjangan pembelajaran daring di daerah DIY.

Bentuk keseriusan madrasah dalam mempersiapkan pembelajaran tatap muka langsung dibuktikan dengan penyebaran angket kepada orang tua/ wali dan kesiapan secara psikologis kepada siswi. Akhirnya, dengan mempertimbangkan perkembangan angka Covid-19 di wilayah DIY, hasil angket orang tua dan santri, maka tidak memungkinkan untuk mendatangkan peserta didik di bulan Januari 2021.

Sesuai dengan SK Nomor 251/KEP/I.BP/F/2020, BPH Madrasah Muallimiin dan Muallimaat menyatakan bahwa pembelajaran di Semester II dilaksanakan secara daring, akan tetapi tidak menutup kemungkinan apabila sebelum Semester II berakhir keadaan benar-benar aman dari segi kesehatan dan berbagai aspek lainnya maka dapat dimungkinkan pelaksanaan pembelajaran  tatap muka di madrasah dapat dilangsungkan dengan mempertimbangkan  maslahat dan mudhorotnya.

“Keputusan tersebut harus disampaikan semata-mata untuk kebaikan bersama. Yang harus selalu diupayakan adalah komunikasi, kerjasama, dan kolaborasi antar orang tua dengan madrasah harus selalu terjalin karena menjadi kunci penting dalam pembelajaran daring”, jelas Ibu Direktur. “Perlu ditekankan adalah pembelajaran di masa pandemi ini tidak dijadikan waktu untuk liburan”, lanjut beliau.

Selain penyampaian kesiapan Madrasah Mu’allimaat menyambut semester baru, juga ditambahkan oleh para Wakil Direktur untuk memaparkan program-program di semester mendatang. Program-program ini disampaikan atas dasar evaluasi dari semester sebelumnya, dan memungkinkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan kedepannya.

Ibu Elpin Eliana, M.Pd. selaku Wakil Direktur I menyampaikan kesiapan secara kurikulum. Selain itu, penyampaian tentang monitoring dan evaluasi pembelajaran peserta didik selama pandemi juga turut dipaparkan. “Pola pembelajaran Semester II tahun pelajaran 2020/2021, antara lain: tetap menerapkan Unlimited Acces, proporsi pengembangan diri dan materi esensial (kurikulum darurat), memberikan link sumber belajar (blog perpustakaan online), pengiriman buku referensi ujian, KBM berbasis tatap muka online (zoom/meet), serta presensi kehadiran melalui zoom/meet”, jelas beliau.

Di penghujung pemaparan, beliau menuturkan harapan kedepannya, “Harapannya adalah  orang tua harus selalu membantu mendorong para siswi untuk selalui memotivasi dan memberikan semangat dalam melakukan pembelajaran ketika di rumah”.

Penyampaian berikutnya dilanjutkan Wakil Direktur III bagian Kesiswaan, beliau adalah Ibu  Unik Rasyidah, M.Pd. Program bidang Kesiswaan tetap menitikberatkan pada tiga kegiatan utama, yakni program BK (Bimbingan Konseling), Perkaderan, dan Ekstrakurikuler. “Program BK Semester I Alhamdulillah semua terlaksana, harapannya program BK di semester mendatang lebih baik dan sesuai kapasitas semester genap ”, ujar Ibu Unik Rasyidah, M.Pd.

Tidak jauh berbeda dengan kegiatan Perkaderan. Terdapat beberapa perubahan program yang merupakan program berkelanjutan di semester dua, yaitu berupa pendalaman ideologi dan praktik di lapangan. Diakhiri dengan program ekstrakurikuler yang tetap dijalankan sesuai dengan porsi yang sama seperti di semester satu.

Wakil Direktur IV Bidang Kepesantrenan dan Bahasa Ibu Rena Achsana, S.S. sebagai penyampai terakhir menuturkan bahwa tidak terjadi perubahan yang berarti untuk semester mendatang. “Program semester satu tidak ada perubahan dan bersyukur bisa berjalan dengan semestinya. Tetapi ada yang menjadi evaluasi, yakni pada bagian metode kegiatan tahsin. Dimana kegiatan tahsin akan dilaksnakan dengan media zoom atau video call, yang akan dilaksanakan di semester mendatang”, jelas beliau.

Keaktifan dan kerjasama orang tua wali siswi menjadi kunci utama dalam terselenggarakkannya program Kepesantrenan dan Bahasa, karena orang tua lah yang mempunyai banyak waktu bersama mereka di rumah. “Harapannya orang tua bersama-sama mengingatkan untuk pelaksnaan ibadah, memotivasi untuk menyelesaikan tahfidz”, imbuh Ibu Rena Achsana, S.S.

Kegiatan pertemuan tersebut diakhiri dengan diskusi tanya jawab antara pimpinan Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta dengan wali siswi. Antusias yang diberikan sangat luar biasa, dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan dan masukan untuk kebaikan madrasah kedepannya.

“Pendidikan di semester dua lebih mengutamakan pada bagaimana penguatan-penguatan secara psikologis baik peserta didik maupun orang tua. Yang paling utama adalah harus bergandengan tangan untuk kebaikan anak didik kita”, kalimat penutup dari Ibu Agustyani Ernawati, M.Pd. mengakhiri pertemuan wali siswi. (LTA)