Mubaligh Hijrah: Langkah Madrasah Mu’allimaat Tetap Berkhidmat Untuk Umat

  • 14 Apr 2021
  • 202
Mubaligh Hijrah: Langkah Madrasah Mu’allimaat Tetap Berkhidmat Untuk Umat

Bulan suci Ramadhan merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi millennial. Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta menjadikan bulan Ramadhan ini sebegai ladang dakwah siswi-siswinya untuk tetap menebar kebaikan melalui agenda ‘Mubaligh Hijrah 1442 H’. Peserta yang terlibat adalah siswi kelas IV dan V MA yang berada di seluruh provinsi di Indonesia. Peserta Mubaligh Hijrah telah dilangsungkan pelepasan pada hari Sabtu, 10 April 2021 secara virtual oleh Ibu Dra. Hj. Shoimah Kastolani.

Mubaligh Hijrah 1442 H memberikan warna baru dalam aktivitas dakwah siswi Mu’allimaat, karena dilaksanakan secara blended,yakni offlinedan online. Peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri atas 10-12 siswi dari daerah yang sama atau berdekatan dan didampingi oleh satu pendamping guru.

Kegiatan Mubaligh Hijrah 1442 H memadukan kegiatan langsung dan virtual. Kegiatan secara langsung ditujukan kepada masyarakat sekitar tempat tinggal peserta dan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Aktivitas berinteraksi dengan masyarakat sekitar ini  dilakukan agar peserta didik tidak kehilangan kepedulian kepada sesama atau masyarakat sekitar. Sedangkan aktivitas secara virtual juga tetap menjadi prioritas, pasalnya pandemi yang sudah berjalan satu tahun, dakwah juga harus mengalami perkembangan. Dakwah harus membaur dengan perkembangan teknologi. Ilmu pengetahuan juga harus selalu diperkuat, agar nilai-nilai dakwah tidak melenceng dari kaidah yang telah ada.

Hal tersebut diamini oleh Pengarah Mubaligh Hijrah 1442 H, Ibu Unik Rasyidah, M.Pd, sekaligus Wakil Direktur Bidang Kesiswaan pada saat menyampaikan sambutan. “Kader Muhammadiyah harus andil dalam dakwah di masa millennial sekarang ini. Semua bisa berdakwah dengan cara masing-masing. Dakwah di era digital ini juga sebagai perlawanan terhadap informasi yang tidak sesuai dengan tuntunan. Aktivitas secara langsung tetap dilakukan agar tidak kehilangan empati kepada orang sekitar”, ujar beliau.

Siswi Mu’allimaat adalah sosok teladan bagi millennial perempuan sekarang ini, sehingga harus memberikan peran lebih bagi persyarikatan, umat, dan bangsa sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Semangat berjuang dan menebar kebaikan harus selalu ditingkatkan dengan bercermin kepada tokoh-tokoh perempuan, baik pada masa perjuangan Rasulullah SAW ataupun kader perempuan Persyarikatan Muhammadiyah.

“Banyak sekali tokoh yang sangat menginspirasi mulai dari masa Rasul dan juga tokoh perempuan bersejarah yang merupakan kader Muhammadiyah yang patut kita jadikan teladan. Misalnya adalah Sumayah binti Khabath, yakni perempuan pertama yang mati syahid membela Islam. Kita kenal juga Siti Walidah, isteri KH. Ahmad Dahlan yang turut melahirkan Aisyiyah”, ucap Ibu Dra. Hj. Shoimah Kastolani ketika memberikan tausiyah Pelepasan Mubaligh Hijrah 1442 H. Tokoh lain yang menjadi inspirasi adalah Ummu Umarah, perempuan yang melindungi Rasulullah ketika terjebak dalam perang Uhud.

Berbagai tokoh yang dipaparkan hendaknya menjadi patokan dan semangat dalam menjalankan dakwah dan mengamalkan kebaikan. Mengucap bacaan basmallah, Ibu Dra. Hj. Shoimah Kastolani memberikan isyarat bahwa kegiatan Mubaligh Hijrah sudah resmi dilepaskan untuk bisa terjun di masyarakat sekitar. Beliau berharap peserta Mubaligh Hijrah berani untuk beradaptasi dengan masyarakat, dan berani untuk mendobrak keburukan yang ada. (LTA)