Sosialisasi Awal Tahun Pelajaran 2021/2022 dan Koordinasi Teknis Pembelajaran

  • 17 Jul 2021
  • 271
Sosialisasi Awal Tahun Pelajaran 2021/2022 dan Koordinasi Teknis Pembelajaran

Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta menyambut tahun ajaran baru dengan mengadakan apel/ sosialisasi dan koordinasi teknis pembelajaran untuk tahun pelajaran 2021/2022 pada hari Sabtu, 10 Juli 2021 secara daring. Apel ini mengundang peserta didik kelas II, III, IV, dan V beserta dengan seluruh pendidik baik tingkat MTs dan MA. Jajaran pimpinan Madrasah Mu’allimaat menyambut dengan optimis dan semangat baru.

Peserta didik Madrasah Mu’allimaat menempuh pendidikan selama enam tahun harapannya bisa membentuk kepribadian yang paripurna. Ditambah dengan sikap optimis yang akan melahirkan semangat-semangat baru. Begitulah kiranya pesan Ibu Agustyani Ernawati, M.Pd, Direktur Madrasah Mu’allimaat pada saat memberikan sambutan sosialisasi awal pelajaran baru 2021/2022.

“Madrasah Mu’allimaat adalah madrasah yang mencetak kader ulama, pendidik, dan pemimpin dengan disempurnakan lima kompetensi utama, yakni keilmuan, kepribadian, kecakapan, sosial kemasyarakatan, dan gerakan. Di awal tahun ajaran ini kami sangat optimis, bahwa seluruh peserta didik akan membawa semangat baru untuk terus belajar dan mengembangkan Muhammadiyah”, jelas Ibu Agustyani Ernawati, M.Pd.

Beliau juga memberikan ulasan tentang wasiat yang dituliskan oleh KH. Ahmad Dahlan. Wasiat tersebut menyatakan bahwa ‘Aku titipkan Muhammadiyah ini kepadamu sekalian dengan penuh harapan agar engkau sekalian mau memlihara dan menjaga Muhammadiyah itu dengan sepenuh hati agar Muhammadiyah bisa terus berkembang selamanya’.

“Wasiat tersebut mengandung esensi yang sangat luar biasa, dan menegaskan bahwa Muhammadiyah ada pada pundak kita semua untuk melanjutkan perjuangan KH. Ahmad Dahlan dalam memajukan Muhammadiyah. Muhammadiyah yang akan datang bisa dilihat dari seluruh peserta didik yang ada di Mu’allimaat berjumlah 1283 ini”, tegasnya.

Pesan tersirat juga disampaikan untuk seluruh pendidik. Bahwa menjadi seorang guru itu tidak mudah dan perlu pengorbanan. Seperti halnya mengorbankan waktu, pikiran, tenaga, dan harta benda untuk memperjuangkan Muhammadiyah. Oleh karenanya diperlukan ikhtiar yang benar-benar optimal dalam melakukan pembelajaran di Mu’allimaat. Terutama dalam menyiapkan pembelajaran di era baru sekarang ini untuk dilakukan secara tatap muka ataupun daring. Seluruh usaha yang dilakukan didasarkan atas nama ‘penghikmatan’ yang murni kepada Muhammadiyah.

Madrasah Mu’allimaat merumuskan sistem pembelajaran blended pada tahun ajaran 2021/2022. Pembelajaran ini diterapkan karena Madrasah Mu’allimaat sedang dalam proses mendatangkan peserta didik secara bertahap hingga bulan November mendatang. Sehingga bagian pengajaran yang berada di bawah kordinasi Ibu Elpin Eliana, M.Pd, selaku Wakil Direktur I Bidang Kurikulum mengumumkan pembelajaran secara offline dan online. Karena mengingat ada sebagain orang tua yang belum mengizinkan putrinya untuk hadir ke Yogyakarta.

“Sarana prasarana pembelajaran secara online yang kami gunakan adalah dengan platform Rumah Belajar Mu’allimaat (RBM). Sedangkan secara tatap muka, kami membagi peserta didik setiap kelasnya menjadi dua kelompok, yakni dengan jumlah 50% tiap kelasnya dan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat”, jelas Ibu Elpin Eliana, M.Pd. Acara sosialisasi ini diakhiri dengan pembagian kelas melalui breakout zoom meeting bersama para wali kelas untuk melakukan kontrak belajar. (LTA)