Syawalan Santriwati Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta

  • 25 Mei 2021
  • 241
Syawalan Santriwati Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta

Momen bulan Syawal adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah dan melakukan kebaikan. Hal tersebut yang dilakukan oleh PR IPM Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta dengan mengadakan kegiatan syawalan dan silaturahmi bersama seluruh santriwati dari kelas I (satu) hingga kelas V (lima). Agenda ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 Mei 2021 secara virtual dengan mengundang narasumber Ustadzah Yaumil Falihah, merupakan dosen UAD (Universitas Ahmad Dahlan).

Bulan Ramadhan adalah bulan yang luar biasa untuk sebanyak-banyaknya melakukan ritual ibadah dan berbuat baik kepada siapapun. Dilanjutkan pada bulan Syawal yang bermakna bulan peningkatan. Walaupun masih dalam suasana pandemi, silaturhami harus tetap berjalan dan peningkatan-pengingkatan kebaikan harus selalu dilakukan. Sejalan dengan pernyataan Ibu Agustyani Ernawati, M.Pd, selaku Direktur Madrasah Mu’allimaat pada saat memberikan sambutan. “Silaturahmi harus tetap dijalankan dengan berbagai cara meskipun covid-19 masih ada, misalnya dengan menggunakan ruang virtual ini. Harapannya seluruh santriwati mempunyai spirit dan semangat baru dalam menghadapi akhir dan awal semester mendatang”, ujarnya.

Bulan Syawal harus dimaknai dengan bulan keistiqomahan, yakni ibadah yang dilakukan secara berkelanjutan dan terus menerus. Anggaplah seluruh bulan sebagai bulan Ramadhan, sehingga kualitas ibadah selalu terjaga. Hal tersebut diamini oleh ibu Hayyatul Izzah, S.Ag. sekaligus menyampaikan ikrar syawalan mewakili guru dan karyawan. “Mohon maaf lahir dan batin untuk seluruh santriwati, semoga kita senantiasa saling memaafkan. Teruslah melakukan kebaikan dengan tetap semangat dalam menjalankan ibadah dan belajar. Jujur adalah kunci dari segalanya, karena sikap jujur ini akan menentukan kehidupan kedepannya”, jelasnya.

Bukan hanya bulan Ramadhan dan Syawal saja yang mempunyai makna kebaikan didalamnya, tetapi seluruh bulan dalam Islam adalah sangat istimewa. Kata Ramadhan secara bahasa artinya panas. Mengapa dimaknai dengan kata panas? Pertanyaan tersebut dijabarkan dengan jelas oleh pemateri Ustadzah Yaumil Falihah. “Bulan Ramadhan adalah bulan perintah dalam menjalankan kewajiban sebagai umat Islam, karena Allah mewajibkan seluruh hambanya untuk berpuasa selama satu bulan penuh. Allah memerintahkan manusia untuk melakukan berbagai ibadah dan amalan-amalan kebaikan”, ulasnya pada saat menyampaikan hikmah syawalan.

Menurutnya, bulan Ramadhan adalah madrasah bagi umat Islam. Pasalnya segala bentuk pendidikan diajarkan didalamnya, seperti kejujuran dan menjaga amanah yang tujuannya untuk mendidik diri sendiri. Hingga beralih ke bulan Syawal, yang bermakna peningkatan. Disebut dengan bulan peningkatan karena dalam satu bulan ini harus selalu mengalami peningkatan dalam segala hal, baik ibadah ataupun amalan-amalan kebaikan lainnya. “Ada dua tips agar bulan Syawal ini tetap bermakna walaupun di masa pandemi, yakni senantiasa berpuasa selama 6 hari dan menjalin tali silaturahmi,” tegas Dosen UAD ini dan pernah menjadi musyrifah Asrama Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta.

Acara diakhiri dengan ramah tamah dan penyampaian ikrar oleh Ketua Umum PR IPM Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, Ipmawati Fatma Latifah. “Sebagai kader pelajar Muhmmadiyah, kita harus selalu menjaga komunikasi dan silaturahmi. Kami sampaikan mohon maaf lahir dan batin, semoga kita kembali dalam keadaan fitri,” lugasnya mengakhiri acara syawalan. (LTA)