...

PROFESOR MUDA MUHAMMADIYAH BERIKAN MOTIVASI PESERTA DIDIK PADA APEL KEDATANGAN SEMESTER II TAHUN AJARAN 2025/2026

Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta menyambut kedatangan peserta didik dengan melakukan apel kedatangan peserta didik Semester II Tahun Ajaran 2025-2026. Apel yang berlangsung pada hari Selasa, 6 Januari 2026 ini bertempat di Lapangan Madrasah Mu’allimaat dengan menghadirkan satu narasumber inspiratif, yakni Prof. Dr. phil. Ridho Al-Hamdi, M.A. Apel diikuti oleh seluruh peserta didik dari kelas I-VI, guru dan karyawan Madrasah Mu’allimaat.

Narasumber dihadirkan agar seluruh peserta didik termotivasi atas perjalanan dan pengalaman dalam dunia pendidikan. Prof. Dr. phil. Ridho Al-Hamdi, M.A. adalah Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah, Dekan FISIPOL Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan sekaligus Wali Peserta Didik Madrasah Mu’allimaat.

Unik Rasyidah, M.Pd, Direktur Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta menegaskan beberapa poin dalam amanat apel, yakni berkiatan dengan jiwa kepemimpinan yang harus ditanamkan.

“Jiwa pemimpin itu bukan harus jadi ketua kelas, direktur, atau ketua IPM, melainkan ia adalah anak-anak yang memiliki kekuatan untuk memimpin dirinya sendiri. Pemimpin itu adalah yang pantang menyerah dan tidak mengeluh. Maka spesial di hari ini kita undangan narasumber yang luar biasa”, ucap Unik.

Berjuang di Madrasah Mu’allimaat adalah bagian dari jihad bersama, tantangan dan rintangannya banyak. Tetapi tanda-tanda orang sukses itu tidak cepat mengeluh dan tidak putus asa. Ilmu tidak akan datang pada orang yang malas dan kesuskesan tidak aakan bertahan pada orang yang menyerah.

Unik memberikan informasi bahwa akan dibentuk SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Aisyiyah 2 di Mu’allimaat, dan akan diberlakukan mulai bulan Januari 2026 ini. “Sesungguhnya dalam mengolah ini adalah AUM, semata-mata untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pendidikan itu bukan bisnis, tetapi untuk kecerdasan anak-anak di Mu’allimaat”, imbuh Unik.

Ridho Al-Hamdi sebagai narasumber, beliau menekankan tiga poin untuk bisa sukses dalam dunia pendidikan. Bukan pintar secara akademik, melainkan keberanian, kemandirian dan keyakinan menjadi kuncinya.

“Tentu selama sekolah tidak hanya senang-senangnya saja. Tentunya untuk meraih kesuksesan adalah kemandirian. Modal sekolah ke luar negeri harus bisa bahasa baik komunikasi ataupun menulis. Yang penting adalah keberanian dan kemandirian. Jangan sedikit-sedikit nyerah sedikit-sedikit lelah maka tidak akan bisa mencapai apa yang diinginkan”, pesannya.

Profesor muda itu menekankan bahwa penguasaan bahasa yang paling penting adalah proses pembiasaan, jika dibiasakan tiap hari maka akan menguatkan bahasa. Dengan usia muda harus bisa membangun kekuatan di dalam diri kita. Yang paling penting dalam hidup adalah yakin.

“Yakin itu tidak ada rumusnya, baik Fisika maupun Matematika. Yakin itu bagaimana menambahkan dalam jiwa kita pasti mempunyai keinginan yang akan dicapai. Sekali menyerah maka tidak akan mencapai apa yg diinginkan. Tetapi jika gagal maka sinyal pada otak kita untuk melakukan yang lebih baik”, tutur beliau.

Maka tinggal dikuatkan dalam menghadapi kegagalan. Gagal itu adalah sesuatu hal yang normal. Jadi jangan pernah takut gagal. Jangan pernah berpikir sempurna. “Lakukan yang terbaik sehingga akan menjadi sempurna dengan sendirinya”, pungkasnya. (LTA)

-- ---- --

Madrasah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta

Kontak Lengkap :

  • Imastuti Tricahyani, S.Pd., M.A. : 0823 2883 2011
  • Andika Setyo Budi, S.Si.            : 0821 3358 1616

Menu Navigasi :

Fasilitas :
Develop by © ICT CENTER Madrasah Mu`allimaat Muhammadiyah Yogyakarta
Copyright © 2026