Tentang Mu'allimaat

Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta sebagai Institusi pendidikan muhammadiyah tingkat menengah yang unggul dan mampu menghasilkan kader Ulama, Pemimpin dan Pendidik sebagai pembawa misi gerakan muhammadiyah. Bertujuan untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

 Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Syukur alhamdulillah sepantasnya kita panjatkan ke hadirat Ilahi Rabbi, hanya berkat rahmat dan ridlo-Nya kita senantiasa dalam kekuatan dan kemudahan dalam mengemban amanah-Nya. Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah yang mengemban amanah untuk mencetak calon kader pemimpin dan pendidik yang berkualitas unggul senantiasa berupaya melakukan pembenahan dalam rangka meningkatkan kualitas SDM para siswi.

Sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM dalam kerangka pengembangan teknologi informatika, para siswi dikenalkan Internet dalam pembelajaran materi Teknologi Informasi dan akan mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi informatika. Membuka akses dengan masyarakat luar, dengan tujuan untuk memberikan informasi keluar madrasah dan menyerap informasi dari luar, Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah telah membuka layanan Website.

Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pengembangan Teknologi Informasi di Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta. Semoga dengan upaya ini para siswi dapat menyelaraskan diri dengan tuntutan perkembangan Teknologi Informasi dewasa ini.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Sejarah Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta

Sejarah berdirinya Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta tidak bisa dilepaskan dari tujuan didirikannya Muhammadiyah. Muhammadiyah bertujuan untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, Muhammadiyah memerlukan kader-kader ulama yang memiliki kualifikasi menyeluruh (multi side competency), yakni sebagai faqih, muballigh, mujahid, dan mujtahid yang memiliki komitmen tinggi, berwawasan luas, dan profesional dalam mengemban misi Muhammadiyah. Kader ulama Muhammadiyah tersebut memiliki peran ke dalam sebagai penggerak yang menjalankan fungsi pelopor, pelangsung, dan penyempurna perjuangan dan amal usaha Muhammadiyah sedangkan ke luar mampu menjadi kader umat, bangsa, dan dunia yang membawa misi rahmatan lil ‘alamin.

Inilah sebabnya, pada tahun 1918, K.H.A. Dahlan mendirikan Al-Qismul Arqa yang kemudian diubah menjadi Pondok Muhammadiyah (tahun 1921), lalu menjadi Kweekschool Moehammadiyah (1923). Kemudian tahun 1924 siswa Kweekschool Islam dipisah antara pria dan wanita. Kweekschool Muhammadiyah untuk putra dan Kweekschool Istri untuk putri. Baru pada tahun 1932 Kweekschool Muhammadiyah diubah menjadi Madrasah Mu‘allimin, Kweekschool Istri diubah menjadi Mu‘allimaat. Setahun kemudian kedua madrasah tersebut dipisah. Madrasah Mu‘allimin berlokasi di Ketanggungan Yogyakarta dan Madrasah Mu‘allimaat bertempat di Kampung Notoprajan Yogyakarta.

Pada Konggres Muhammadiyah Ke-23 tahun 1934 di Yogyakarta, ditegaskan bahwa Madrasah Mu‘allimin-Mu‘allimaat Muhammadiyah Yogyakarta merupakan Sekolah Kader Persyarikatan Tingkat Menengah yang diadakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah; yang memiliki tujuan sebagai berikut : (1) mencapai tujuan Muhammadiyah, (2) membentuk calon kader Muhammadiyah, (3) menyiapkan calon pendidik, ulama dan zuama’ yang berkemampuan mengembangkan ilmu pengetahuan (Ensiklopedi Muhammadiyah, 2005: 244). Pada Konggres Muhammadiyah di Medan tahun 1938 dua Madrasah tersebut memperoleh pengukuhan secara legal. Pada saat itu Konggres mengamanatkan kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai pengelola dan penanggung jawab keberadaan dua madrasah di Yogyakarta ini. Pada tahun 1994 dua Madrasah ini kembali memperoleh penegasan ulang melalui surat keputusan PP Muhammadiyah No.63/SK-PP/VI-C/4.a/1994, tentang Qa’idah Madrasah Mu‘allimin-Mu‘allimaat Muhammadiyah Yogyakarta.

Seiring dengan perkembangan Muhammadiyah dan masyarakat secara geografis (lokal dan global) dan tantangan era globalisasi, Madrasah Mu‘allimin-Mu‘allimaat Muhammadiyah Yogyakarta sebagai “Madrasah amanat Muktamar” dituntut menyikapi perubahan tersebut secara profesional, arif dan bijaksana tanpa meninggalkan identitasnya sebagai sekolah kader Persyarikatan di masa depan. Supaya sistem pendidikan berlangsung efektif selama 6 tahun maka seluruh proses pembinaan dan pendidikan di Madrasah ini berjalan selama 24 jam dengan sistem Boarding School (sekolah berasrama).

Visi Madrasah:

Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta sebagai institusi pendidikan Muhammadiyah tingkat menengah yang unggul dan mampu menghasilkan kader ulama, pemimpin, dan pendidik sebagai pembawa misi gerakan Muhammadiyah.

 

Misi Madrasah:

  1. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan Islam guna membangun kompetensi dan keunggulan siswa di bidang ilmu-ilmu dasar keislaman, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.
  2. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi untuk mendalami agama dan ilmu pengetahuan
  3. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan kepemimpinan guna membangun kompetensi dan keunggulan siswa bidang akhlak dan kepribadian
  4. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan keguruan guna membangun kompetensi dan keunggulan siswa di bidang kependidikan.
  5. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan keterampilan guna membangun kompetensi dan keunggulan siswa dibidang Wirausaha
  6. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan kader Muhammadiyah guna membangun kompetensi dan keunggulan siswa dibidang organisasi dan perjuangan Muhammadiyah.

 

Tujuan Madrasah:

Terselenggaranya pendidikan tingkat menengah yang unggul dalam membentuk kader ulama, pemimpin dan pendidik yang mendukung pencapaian tujuan Muhammadiyah, yakni terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Nilai-nilai sekolah
Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta

1. Perempuan unggul berkemajuan
2. Islam berkemajuan
3. Berpikir global
4. Pendidik
5. Keanekaragaman
6. Integritas
7. Kepemimpinan
8. Kesederhanaan
9. Rasa peduli dengan sesama/sosial