Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan Kajian Ideologi Muhammadiyah dan Kunjungan Museum Muhammadiyah Tahun 2025. Kajian ideologi Muhammadiyah berlangsung pada hari Sabtu, 22 Februari 2025 di Aula Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan dan dilanjutkan di lingkungan Museum Muhammadiyah.
Sebanyak 137 peserta yang terdiri dari guru, karyawan dan pamong asrama mengikuti kajian ini. Terdapat tiga materi yang disajikan, antara lain: Materi I tentang Implementasi Nilai-nilai Tauhid dalam Kehidupan Sehari-hari oleh Dr. KH. Sa'ad Ibrahim, M.A. Sedangkan materi kedua oleh Prof. Dr. Dadang Kahmad, M.Si. dengan menyampaikan 'Implementasi Risalah Islam Berkemajuan dalam Berkhidmat di Mu'allimaat'. Materi terakhir adalah 'Studi Sejarah Muhammadiyah dari Masa ke Masa' dilaksanakan di Museum Muhammadiyah.
Unik Rasyidah, M.Pd. sebagai Direktur Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta mengungkapkan betapa pentingnya agenda kajian ideologi Muhammadiyah ini. Karena agenda ini berlangsung setiap satu tahun sekali. Berdasarkan hasil Kongres Muhammadiyah ke-28 oleh PP Muhammadiyah untuk mencetak kader pemimpin dan pendidik langsung di bawah PP Muhammadiyah.
"Menjadi amanah cukup berat. Guru karyawan Madrasah Mu'allimaat harus lebih ideologi dari sekolah yang lain. Karena melihat tantangan saat ini jauh lebih luas", tegas Unik.
Kajian ideologi Muhammadiyah adalah bagian dari kekuatan untuk mengasah ideologi dan menguatkan kembali ideologi Muhammadiyah bagi civitas akademika. Sehingga bisa ditularkan kepada seluruh siswi di Madrasah Mu'allimaat Muhammadiyah Yogyakarta.
Acara kajian ideologi turut dibuka oleh Drs. Setyadi Rahman, M.P.I. mewakili BPH Madrasah Mu’allimin-Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta. Beliau menuturkan bahwa dalam bergerak di Muhammadiya ada tiga prinsip, yakni prinsip adaptif, proaktif, dan terbuka.
“Muhammadiyah adalah buah karya para pendahulu yakni yang utama adalah KH. Ahmad Dahlan. Sehingga sudah sepantasnya kita melanjutkan perjuangan beliau. Dengan tiga prinsip ini, kami berharap spirit Muhammadiyah benar-benar terinternalisasi oleh guru dan karyawan di Madrasah Mu’allimaat dan bisa berdampak ke siswi”, ulasnya.
Pada acara penutup, Unik menegaskan kepada seluruh peserta kajian ideologi Muhammadiyah, bahwa Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta bukan sekolah yang biasa-biasa saja, karena berada di bawah naungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sehingga ada beban-beban yang berat. “Dalam membangun Mu’allimaat harus punya optimis harus ada semangat. Semangat harus selalu muda”, imbuhnya. (LTA)
Syawalan 1447 H: Silaturahmi Keluarga Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Dengan Warga Masyarakat Sekitar Madrasah
2026-04-13 12:40:33
Menuju Global! Lima Siswi Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Tahun 2026 Telah Diterima Di Perguruan Tinggi Luar Negeri
2026-04-11 18:09:01
International Partnership Program Indonesia-thailand Tahun 2026
2026-04-11 07:51:12
Syawalan Keluarga Besar Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta 1447 H
2026-04-06 08:35:33
Arabic Camp 2026: Peningkatan Kompetensi Bahasa Arab Siswi Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Dengan Pembelajaran Di Tanah Para Ulama
2026-02-24 12:01:06
Membanggakan! 12 Siswi Dan 1 Guru Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta Raih Prestasi Pada Olympicad 2026 Di Makassar
2026-02-23 14:43:25
Mubaligh Hijrah 1447 H: 400 Siswi Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Diberangkatkan Ke Berbagai Tingkat, Dari Lokal Hingga Internasional
2026-02-23 12:25:56
Tasyaruf Dana Stimulan 2026 Sebagai Dukungan Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Terhadap Kegiatan Masyarakat
2026-02-20 10:07:31
International Day Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta, Wadah Untuk Memperkenalkan Keberagaman Dunia
2026-02-19 09:16:33
Pelantikan Direksi Madrasah Mu’allimaat Masa Jabatan 2026-2029 Oleh Pp Muhammadiyah
2026-01-22 17:12:11
Madrasah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta
Kontak Lengkap :
Menu Navigasi :