Sambut tahun ajaran 2025-2026, Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan rapat kerja Pamong dan Musyrifah. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Ahad, 27 Juli 2025 di SM Tower and Convention. Peserta rapat kerja ini adalah seluruh Pamong dan Musyrifah di 16 Asrama Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, yang tersebar di daerah Suronatan, Notoprajan, Ngadiwinatan, dan Kauman.
Pada acara ini ada beberapa hal pembahasan, yakni ‘Tupoksi Pamong dan Musyrifah’ oleh Atang Sholihin, M.S.I (Wakil Direktur IV Bidang Pengasuhan dan Kehidupan Islami) dilanjutkan dengan narasumber yakni Dody Hartanto, seorang Dosen dari Universitas Ahmad Dahlan yang konsen dengan kajian psikologi perkembangan.
Unik Rasyidah, M.Pd., Direktur Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, dalam sambutannya beliau menyampaikan tentang peran strategis asrama dalam pencapaian visi dan misi Madrasah Mu’allimaat. Lebih dahulu beliau menekankan bahwa Madrasah Mu’allimaat adalah bagian dari sejarah pendidikan Muhammadiyah di Indonesia, karena langsung didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan sebagai pelopor lahirnya Muhammadiyah.
“Pamong dan musyrifah mempunyai peran strategis dalam pembina asrama. Peran asrama untuk mendukung agar visi misi Mu’allimaat tercapai. Sekolah berasrama diyakini oleh banyak orang untuk peningkatan karakter dan penjagaan dari berbagai gangguan sosial yang ada”, jelas Unik.
Pada akhir sambutan beliau menuturkan bahwa peran pamong/musyrifah bukan pelengkap/sampingan dalam proses pendidikan di Mu’allimaat, melainkan memegang peranan penting. Di sekolah sebagai media transfer ilmu melalui guru, dan ruang implementasi berada di asrama.
‘Perkembangan Psikologi Remaja dan Seni Pendampingan’ merupakan materi yang disampaikan oleh narasumber, yakni Dody Hartanto. “Kesuksesan diawali dengan menata tempat tidur setelah bangun tidur”, dikutip dari perkataan Jenderal Amerika.
Apabila perkembangan psikologi pada remaja tidak didampingi dengan baik, bisa terjadi berbagai dampak yang akan terjadi dan mempengaruhi kesehatan mental disekolah, antara lain: sulit konsentrasi saat belajar, menutup diri, emosi yang tidak stabil, mudah merasa lelah, dan motivasi belajar rendah. Seni pendampingan yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat yang dilontarkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, yaitu: bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, makan sehat dan bergizi, bermasyarakat, dan istirahat cukup. (LTA)
Haflatul Maktabah 2026: Meriahkan Bulan Bahasa Dan Sastra, Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Dorong Minat Literasi Siswi Dan Guru
2026-10-10 08:18:19
Tahniah!! 24 Siswi Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Ikuti Wisuda Tahfidz Periode Ke-3
2026-10-03 11:48:28
Penerjunan Praktik Mengajar Siswi Kelas Iv Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, Menjadi Bekal Persiapan Mubaligh Hijrah 2027
2026-10-01 07:26:07
Tingkatkan Kompetensi Guru, Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Menyelenggarakan Pengenalan Dan Bedah Soal Hots
2026-09-29 12:23:07
Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Mengadakan Kegiatan Pengembangan Diri
2026-09-29 11:21:58
Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Kembali Gelar Aksi Bergizi Untuk Mendorong Siswi Terapkan Pola Hidup Sehat
2026-09-29 10:32:51
Tingkatkan Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab: Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Kedatangan Tim Linguatech Prodi Pendidikan Bahasa Arab Umy
2026-09-29 10:11:12
Kembangkan Potensi Dan Keterampilan Siswi, Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Hadirkan Beragam Kegiatan Pengembangan Diri
2026-09-28 23:38:05
Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Dukung Berbagai Potensi Anak Dengan Mengadakan Kegiatan Pengembangan Diri Secara Rutin
2026-09-28 07:53:17
Jalin Silaturahmi, Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Terima Kunjungan Studi Tiru Mts Al-irsyad Salatiga
2026-09-26 11:31:15
Madrasah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta
Kontak Lengkap :
Menu Navigasi :