...

MADRASAH MU’ALLIMAAT HADIRKAN TOKOH BERSEJARAH DAN ALUMNI UNTUK BERDISKUSI PERIHAL GENEOLOGI MADRASAH MU’ALLIMAAT MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

Milad ke-104 Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta melangsungkan satu agenda bernama ‘Geneologi Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta’. Agenda tersebut dilangsungkan pada hari Sabtu, 12 November 2022 bertempat di Aula Prof. Siti Baroroh Baried, Madrasah Mu’allimaat.

Diskusi ini menghadirkan tokoh-tokoh penting baik dari kalangan tokoh Muhammadiyah dan alumni-alumni Madrasah Mu’allimaat, antara lain; H. Budi Setiawan, S.T.; Drs. H. Fahmi Muqoddas, M.Hum.; Drs. H. Zamzuri Umar, S.S., M.Pd.; Drs. H. Hamdan Hambali; Drs. H. Alfian Darmawan; Dra. Hj. Cholifah; Dra. Nofri Hartini Tanius; Mu’arif, M.Pd..; Dedik Fatkul Anwar, S.Pd.I., M.Pd.I.; Muhammad Alfian Dja’far, S.H.I., M.H; dan Dr. Amika Wardana. Narasumber utama pada diskusi ini adalah H. Budi Setiawan, S.T. dan Mu’arif, M.Pd.

Unik Rasyidah, M.Pd., sebagai Direktur Madrasah Mu’allimaat memberikan penjelasan bahwa latar belakang acara ini berlangsung adalah sebagai upaya dari madarasah tetap membumikan ruh madrasah sehingga tertanam pada diri madrasah dari berbagai alumni dan keluarga besar Madrasah Mu’allimaat.

“Diskusi ini bisa menemukan selain masalah esensi, tetapi tentang keresahan terkait embrio kelahiran Madrasah Mu’allimaat. Kajian ini menjadi sangat penting bagi Mu’allimaat kedepannya. Dengan hadirnya kelas internasional menandakan Mu’allimaat semakin maju. Tetapi ruh Mu’allimaat harus selalu mengiringi kemanapun anak panah Mu’allimaat melesat”, sambut Unik Rasyidah, M.Pd.

Dr. Amika Wardana, sebagai perwakilan BPH Mu’allimin-Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta turut hadir dan memberikan arahan. Beliau menuturkan, bahwa Madrasah Mu'allimaat merupakan pionir modern pendidikan putri Islam. Sampai-sampai ada seorang antropolog dari Australia melakukan kajian tentang Mu’allimaat untuk kepentingan disertasinya. Terkait tantang Islam berkemajuan, Mu’allimaat adalah generasi perempuan yang tidak kolot (terbuka) dan siap tampil di publik dengan tetap memegang teguh ajaran Islam.

Diskusi mengenai geneologi Mu’allimaat diawali dengan penyampaian narasumber pertama, yakni H. Budi Setiawan, S.T. (cucu KRH. Hadjid). Beliau menuturkan, bahwa keterbukaan KH. Ahmad Dahlan yang menjadi penentu utama berdirinya Muhammadiyah dan pendirian lembaga-lembaga pendidikan di dalamnya. Seiring berjalannya waktu, Madrasah Mu’allimin-Mu’allimaat harus memiliki ciri khas agar bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya. Termasuk sekolah di bawah Muhammadiyah itu sendiri.

Pada kepemimpinan KRH. Hadjid adalah pecahnya dari Kweekschool Muhammadiyah dan Kweekschool Isteri. Haji Mawardi pada sebuah artikel di Suara Muhammadiyah yang menulis tenteng ‘Perkembangan Perguruan Muhammadiyah’ menyebutkan bahwa tahun 1919 adalah awal kelahiran Madrasah Mu’allimin-mu’allimaat. Motif berdirinya Al Qismul Arqa adalah untuk menemuhi guru agama sejak awal pendirian, sehingga sudah elit sejak awal berdirinya. Pada sejarahnya Al Qismul Arqa pernah menjadi Pondok Muhammadiyah. Tahun 1923 berganti menjadi Kweekschool Islam.

“Tahun 1932, Muhammadiyah mempunyai kebijakan untuk mengubah semua nama Kweekschool menjadi nama ‘madrasah’. Sejak awal berdirinya, template Mu’allimin-Mu’allimaat sudah terkenal elit, dan leadership menjadi kunci khas di dua sekolah tersebut”, ulas Mu’arif, M.Pd., seorang sejarawan muda yang menuliskan tentang ‘Sejarah Mua’llimin-Mu’allimaat’. (LTA)

 

-- ---- --

Madrasah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta

Kontak Lengkap :

  • Imastuti Tricahyani, S.Pd., M.A. : 0823 2883 2011
  • Budi Waskitho, S.Pd.                 : 0821 3358 1616

Menu Navigasi :

Fasilitas :
Develop by © ICT CENTER Madrasah Mu`allimaat Muhammadiyah Yogyakarta
Copyright © 2022